Politik

Deretan Musisi Dunia yang Geram Karyanya Dipakai Donald Trump Tanpa Izin

KilatNews.ID, Jakarta – Kontroversi yang mengiringi sosok Donald Trump bukan lagi hal baru. Sepanjang perjalanan politiknya, mantan Presiden Amerika Serikat itu kerap memicu kemarahan dari berbagai kalangan, termasuk para musisi dunia.

Sejumlah artis internasional secara terbuka mengecam penggunaan lagu mereka dalam berbagai konten politik maupun kampanye yang berkaitan dengan Trump. Masalah utamanya hampir selalu sama: karya mereka dipakai tanpa izin.

Berikut beberapa musisi yang terang-terangan menolak keterkaitan karya mereka dengan Donald Trump.

  1. Sabrina Carpenter

Penyanyi pop Sabrina Carpenter mengungkapkan kemarahannya setelah lagunya Juno digunakan dalam sebuah video dari Gedung Putih.

Video tersebut menampilkan aparat penegak hukum yang menangkap orang-orang yang diduga melakukan pelanggaran imigrasi. Penggunaan lagu itu langsung memicu kritik dari Carpenter.

Namun respons dari Gedung Putih justru memperkeruh situasi. Alih-alih menarik konten tersebut, pihak yang terkait dengan pemerintahan Trump kembali memakai lirik lagu Sabrina Carpenter dalam pernyataan resmi yang menanggapi kritik sang penyanyi.

  1. Linkin Park

Band rock Linkin Park juga pernah dibuat murka oleh penggunaan lagu mereka tanpa izin.

Salah satu lagu mereka, Somewhere I Belong, digunakan dalam video yang menyoroti pencapaian Donald Trump pada malam tahun baru.

Video tersebut cepat menyebar di media sosial dan memicu gelombang kritik dari publik. Tak lama kemudian, Linkin Park langsung menyatakan keberatan keras karena karya mereka dicatut tanpa persetujuan.

  1. Celine Dion

Penyanyi legendaris Celine Dion juga pernah melayangkan protes ketika lagu ikoniknya My Heart Will Go On digunakan dalam kegiatan kampanye Donald Trump pada 2024.

Pihak Dion menegaskan bahwa lagu tersebut tidak pernah diizinkan untuk digunakan dalam kegiatan politik apa pun.

Bagi banyak penggemar, lagu yang identik dengan film Titanic itu dianggap memiliki makna emosional yang tidak pantas dikaitkan dengan agenda kampanye.

  1. Radiohead

Band asal Inggris Radiohead juga menunjukkan sikap tegas terhadap penggunaan karya mereka tanpa izin.

Lagu Let Down, salah satu trek emosional dari album OK Computer, digunakan dalam sebuah video yang diunggah oleh U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE).

ICE merupakan lembaga penegakan hukum imigrasi di Amerika Serikat yang berada di bawah Department of Homeland Security (DHS). Lembaga ini kerap menjadi sorotan, terutama terkait kebijakan imigrasi yang ketat.

Tak lama setelah video tersebut beredar, Radiohead langsung bereaksi dan menegaskan bahwa penggunaan lagu mereka tidak pernah mendapat persetujuan dari band tersebut.

  1. Guns N’ Roses

Band rock legendaris Guns N’ Roses juga menolak keras penggunaan lagu mereka dalam film yang mengangkat kisah hidup Melania Trump, istri Donald Trump.

Penolakan ini mencuri perhatian karena memunculkan perbincangan soal perbedaan pandangan politik di dalam tubuh band tersebut. Meski begitu, sikap resmi band tetap jelas: karya mereka tidak boleh digunakan tanpa izin.

  • Kesimpulan

Kasus-kasus ini menunjukkan pola yang berulang: sejumlah karya musik terkenal digunakan dalam konten yang berkaitan dengan Donald Trump tanpa persetujuan dari penciptanya.

Bagi para musisi, hal ini bukan sekadar persoalan hak cipta. Banyak dari mereka menilai penggunaan lagu dalam konteks politik dapat menciptakan asosiasi yang tidak mereka setujui.

Akibatnya, konflik antara dunia musik dan Donald Trump pun terus berulang, memperpanjang daftar artis yang menolak keras karya mereka dikaitkan dengan sang tokoh politik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *