PolitikPolitik & Geopolitik

Bamsoet Resmi Dilantik Jadi Wantimpres, Bawa Bekal Dua Dekade Pengalaman di DPR

JAKARTA – Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo atau Bamsoet resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Penunjukan tersebut menambah daftar tokoh nasional yang dipercaya memberikan nasihat dan pertimbangan strategis kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan.

Bamsoet datang ke Wantimpres dengan modal pengalaman politik yang panjang. Selama hampir 20 tahun berada di parlemen, ia pernah menduduki sejumlah jabatan penting, mulai dari Ketua Komisi III DPR, Ketua DPR RI, hingga Ketua MPR RI. Pengalaman itu disebutnya akan menjadi bekal utama dalam menjalankan amanah baru sebagai anggota Wantimpres.

Menurut Bamsoet, tugas di Wantimpres merupakan kelanjutan dari pengabdian kepada negara, meskipun dilakukan melalui lembaga yang berbeda. Ia menilai pengalaman panjang di legislatif memberinya pemahaman mengenai proses penyusunan kebijakan, dinamika politik nasional, hingga pentingnya mendengar aspirasi masyarakat sebelum mengambil keputusan strategis.

Dilantik Bersama 25 Tokoh Nasional

Pelantikan Bamsoet merupakan bagian dari pengangkatan 26 anggota Wantimpres periode baru yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Dalam struktur tersebut, Pratikno dipercaya sebagai Ketua Wantimpres, sementara Hatta Rajasa menjabat Wakil Ketua.

Komposisi Wantimpres kali ini diisi tokoh dari berbagai latar belakang, mulai dari politikus, akademisi, tokoh agama, pengusaha, hingga purnawirawan TNI dan Polri. Keberagaman tersebut diharapkan mampu menghadirkan berbagai perspektif dalam memberikan masukan kepada Presiden.

Sebagai lembaga yang bertugas memberikan nasihat kepada kepala negara, Wantimpres memiliki posisi strategis dalam sistem pemerintahan Indonesia. Pertimbangan yang diberikan dapat mencakup berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, hukum, pertahanan, hingga pembangunan sosial.

Rekam Jejak Panjang di DPR

Nama Bambang Soesatyo bukan sosok baru dalam dunia politik nasional. Ia pertama kali terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2009 dari daerah pemilihan Jawa Tengah VII dan terus mendapatkan kepercayaan pada pemilu-pemilu berikutnya.

Karier politiknya terus menanjak. Pada periode 2016–2018, Bamsoet menjabat Ketua Komisi III DPR yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan. Posisi tersebut membuatnya banyak terlibat dalam pembahasan isu-isu strategis terkait penegakan hukum dan reformasi kelembagaan.

Setelah itu, ia dipercaya menjadi Ketua DPR RI periode 2018–2019. Jabatan tersebut menjadikannya salah satu tokoh sentral dalam proses legislasi nasional serta hubungan antara pemerintah dan parlemen.

Kariernya berlanjut ketika terpilih sebagai Ketua MPR RI periode 2019–2024. Dalam posisi itu, Bamsoet aktif mengawal agenda kebangsaan, sosialisasi Empat Pilar MPR, hingga berbagai isu ketatanegaraan yang menjadi perhatian publik.

Pengalaman Politik Jadi Modal Utama

Bamsoet menilai pengalaman sebagai Ketua DPR dan Ketua MPR memberinya pemahaman yang luas mengenai hubungan antarlembaga negara.

Menurutnya, proses pemerintahan yang efektif tidak hanya bergantung pada kualitas kebijakan, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi antara berbagai institusi negara. Karena itu, ia berkomitmen memberikan masukan yang objektif, berbasis data, serta mengedepankan kepentingan nasional.

Pengalaman tersebut dinilai penting karena Wantimpres berfungsi sebagai mitra strategis Presiden dalam membaca berbagai tantangan yang dihadapi negara.

Dengan latar belakang legislatif yang kuat, Bamsoet diyakini dapat memberikan perspektif mengenai bagaimana suatu kebijakan diterima oleh masyarakat dan diterjemahkan ke dalam praktik pemerintahan.

Perjalanan Panjang di Partai Golkar

Selain berkiprah di parlemen, Bamsoet juga memiliki perjalanan panjang di Partai Golkar.

Ia pernah menjabat Bendahara Umum Golkar pada era kepemimpinan Aburizal Bakrie. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto dan kembali menduduki posisi serupa pada masa kepemimpinan Bahlil Lahadalia.

Berbagai posisi tersebut membuat Bamsoet memahami dinamika organisasi politik, proses pengambilan keputusan, kaderisasi partai, hingga hubungan antara partai politik dan pemerintahan.

Menurutnya, pengalaman di partai mengajarkan pentingnya menjaga komunikasi, menghormati perbedaan pandangan, serta mencari titik temu demi kepentingan bangsa yang lebih besar.

Jadi Anggota DPR Aktif yang Masuk Wantimpres

Salah satu hal yang menarik dari penunjukan Bamsoet adalah statusnya sebagai anggota DPR RI aktif yang kemudian masuk dalam jajaran Wantimpres.

Keputusan tersebut membuatnya menjadi salah satu figur yang membawa pengalaman langsung dari parlemen ke lembaga penasihat presiden.

Keberadaan tokoh dengan pengalaman legislatif yang kuat dinilai dapat memperkaya kualitas masukan yang diterima Presiden, terutama dalam isu-isu yang berkaitan dengan proses pembentukan kebijakan dan hubungan antarlembaga negara.

Deretan Penghargaan dan Tanda Kehormatan

Sepanjang perjalanan kariernya, Bamsoet juga menerima berbagai penghargaan dari negara.

Pada 2024, ia memperoleh Bintang Mahaputera Adipradana atas pengabdiannya selama menjabat Ketua MPR RI. Penghargaan tersebut diberikan melalui keputusan presiden sebagai bentuk apresiasi terhadap jasa dan kontribusinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebelumnya, pada 2020, Bamsoet juga menerima Bintang Jasa Utama atas pengabdiannya ketika menjabat Ketua DPR RI. Selain itu, ia menerima sejumlah brevet dan penghargaan kehormatan dari institusi pertahanan dan keamanan negara.

Berbagai penghargaan tersebut melengkapi rekam jejaknya yang selama ini banyak berkaitan dengan isu hukum, keamanan, pertahanan, politik, dan ketatanegaraan.

Tantangan Baru di Lingkaran Presiden

Sebagai anggota Wantimpres, Bamsoet kini menghadapi peran yang berbeda dibandingkan saat berada di parlemen.

Jika sebelumnya terlibat langsung dalam proses legislasi dan pengawasan pemerintah, kini tugas utamanya adalah memberikan pertimbangan strategis kepada Presiden berdasarkan pengalaman dan keahlian yang dimiliki.

Tantangan tersebut tidak ringan mengingat Indonesia saat ini menghadapi berbagai persoalan mulai dari dinamika ekonomi global, transformasi digital, penguatan daya saing nasional, hingga stabilitas politik dan keamanan.

Karena itu, kualitas masukan dari Wantimpres akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses pengambilan keputusan di tingkat tertinggi pemerintahan.

Siap Mengabdi Lewat Jalur Baru

Bamsoet menegaskan bahwa dirinya akan menjalankan amanah sebagai anggota Wantimpres dengan berpegang pada kepentingan nasional, konstitusi, dan kebutuhan masyarakat.

Ia menyatakan masukan kepada Presiden harus didasarkan pada data, pertimbangan objektif, serta kemampuan negara dalam melaksanakan kebijakan yang dirancang. Dengan pendekatan tersebut, ia berharap dapat membantu memperkuat kualitas pemerintahan dan pembangunan nasional.

Pelantikan Bamsoet sebagai anggota Wantimpres menandai babak baru dalam perjalanan politiknya. Setelah hampir dua dekade berkiprah di parlemen dan memimpin dua lembaga legislatif tertinggi, kini ia memasuki ruang baru sebagai penasihat Presiden. Pengalaman panjang yang dimilikinya menjadi modal penting untuk menjalankan tugas tersebut di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia pada masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *