One Way Arus Balik Dimulai Pukul 14.00, Ini Imbauan Penting Kakorlantas untuk Pemudik
Penerapan one way arus balik Lebaran 2026 resmi dimulai hari ini pukul 14.00 WIB sebagai langkah strategis mengurai kepadatan kendaraan menuju Jakarta. Kebijakan ini diterapkan di ruas tol utama Trans Jawa yang menjadi jalur favorit pemudik.
Korlantas Polri mengambil langkah ini karena potensi lonjakan arus balik diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Data menunjukkan belum seluruh kendaraan kembali ke Jakarta, sehingga risiko kemacetan masih besar.
One way arus balik dimulai pukul 14.00 ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memastikan perjalanan pemudik tetap lancar, aman, dan terkendali.
One Way Arus Balik Dimulai Pukul 14.00 di Tol Trans Jawa
Kebijakan one way arus balik dimulai pukul 14.00 WIB pada Selasa, 24 Maret 2026.
Rekayasa lalu lintas ini diberlakukan mulai dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 70 Cikampek Utama.
Pelepasan kebijakan ini dilakukan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama sejumlah pejabat terkait.
Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap peningkatan arus kendaraan yang kembali ke Jakarta setelah libur Lebaran.
Lonjakan Kendaraan Jadi Alasan Utama
Korlantas Polri memprediksi arus balik tahun ini masih akan meningkat.
Data menunjukkan bahwa baru sekitar 43 persen kendaraan yang kembali ke Jakarta.
Sementara itu, pada puncak arus mudik sebelumnya, jumlah kendaraan mencapai sekitar 270 ribu per hari.
Hal ini menunjukkan bahwa gelombang arus balik masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Karena itu, kebijakan one way arus balik dimulai pukul 14.00 menjadi langkah antisipasi utama.
Kakorlantas: Kebijakan Berbasis Data Real-Time
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan bahwa seluruh kebijakan lalu lintas dilakukan berdasarkan data.
Ia menjelaskan bahwa rekayasa ini bersifat dinamis dan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Menurutnya, sistem one way tidak bersifat kaku dan bisa berubah sewaktu-waktu.
Jika arus kendaraan masih tinggi, maka kebijakan dapat diperpanjang.
Sebaliknya, jika kondisi sudah landai, maka jalur akan dikembalikan normal.
One Way Bisa Diperpanjang Jika Diperlukan
Korlantas juga membuka kemungkinan perpanjangan kebijakan one way.
Hal ini dilakukan jika kepadatan kendaraan masih tinggi.
Kebijakan ini tidak hanya berlaku pada satu hari, tetapi bisa berlanjut sesuai kebutuhan.
Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga kelancaran lalu lintas secara berkelanjutan.
Imbauan Penting untuk Pemudik
Selain penerapan rekayasa lalu lintas, Kakorlantas juga memberikan sejumlah imbauan penting.
Pemudik diminta tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh lelah.
Jika merasa lelah, pengendara harus segera beristirahat di rest area atau keluar tol.
Selain itu, pemudik juga diimbau tidak berhenti di bahu jalan tol.
Hal ini karena bahu jalan hanya digunakan untuk kondisi darurat.
Berhenti di bahu jalan dapat membahayakan keselamatan dan memicu kemacetan.
Manfaatkan WFA untuk Hindari Kepadatan
Kakorlantas juga menyarankan masyarakat memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA).
Dengan bekerja dari kampung halaman, pemudik tidak perlu kembali secara bersamaan.
Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi kepadatan di jalur utama.
Pemudik dapat mengatur waktu perjalanan agar lebih nyaman.
Strategi Nasional untuk Kelancaran Arus Balik
Penerapan one way arus balik dimulai pukul 14.00 merupakan bagian dari strategi nasional.
Selain one way, pemerintah juga menerapkan contraflow dan ganjil genap.
Semua kebijakan ini bertujuan untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan keselamatan.
Korlantas bekerja sama dengan berbagai instansi untuk memastikan kelancaran arus balik.
Dampak Langsung di Lapangan
Sejak penerapan one way, arus kendaraan mulai bergerak lebih lancar.
Namun, kepadatan masih terjadi di beberapa titik.
Petugas terus memantau kondisi lalu lintas secara real-time.
Jika diperlukan, rekayasa tambahan akan segera diterapkan.
Hal ini dilakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan.
Tips Aman bagi Pemudik
Pemudik disarankan untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik.
Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat.
Selain itu, periksa kondisi kesehatan tubuh.
Pengemudi juga harus membawa bekal yang cukup.
Hal ini penting untuk menjaga stamina selama perjalanan.
