Berita MalamFashion

Guess Angkat Kaki dari China, Tutup Semua Toko Akhir Maret 2026

Jakarta – Brand fashion global Guess memutuskan menghentikan seluruh operasinya di China. Perusahaan ini akan menutup semua toko fisik dan online di China daratan pada akhir Maret 2026, menandai perubahan besar dalam strategi bisnisnya di pasar Asia.

Keputusan ini tidak muncul tiba-tiba. Manajemen telah memberi tahu pelanggan lebih dulu melalui pesan langsung. Mereka juga mulai menarik seluruh produk dari platform e-commerce, termasuk toko resmi di Tmall.

Langkah tersebut menegaskan bahwa Guess benar-benar menghentikan model bisnis lama mereka di China.


Tutup Total: Offline dan Online Sekaligus

Guess tidak hanya menutup toko fisik. Mereka juga menghentikan seluruh penjualan digital di China. Produk-produk dari toko online resmi sudah tidak lagi tersedia dan dihapus dari etalase marketplace.

Keputusan ini menunjukkan perubahan strategi yang agresif. Perusahaan tidak sekadar merampingkan bisnis, tetapi benar-benar keluar dari model operasional sebelumnya.

Dalam pernyataan resminya, Guess menyebutkan bahwa mereka akan kembali ke pasar China dengan pendekatan baru. Namun, perusahaan belum mengungkap detail strategi tersebut.


Pernah Ekspansi Besar, Kini Mundur Total

Guess memasuki pasar China pada 2007 dengan membuka toko pertama di Shanghai. Brand ini sempat berkembang pesat dan mencapai sekitar 250 toko pada puncaknya di 2019.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, performa bisnisnya terus menurun. Kehadiran Guess semakin melemah di tengah persaingan ketat industri fashion di China.

Penurunan ini tidak hanya dialami Guess. Banyak brand global lain menghadapi tantangan serupa saat mencoba menyesuaikan diri dengan pasar China yang sangat dinamis.


Tekanan Pasar dan Strategi Jadi Faktor Utama

Analis menilai keputusan ini berkaitan dengan sejumlah faktor. Guess dinilai kurang berhasil melakukan lokalisasi produk dan strategi pemasaran. Selain itu, perusahaan juga lambat beradaptasi dengan tren digital, termasuk live commerce yang berkembang pesat di China.

Biaya operasional yang tinggi juga memperburuk kondisi bisnis. Kombinasi faktor tersebut membuat model ritel konvensional semakin sulit dipertahankan.

Dalam situasi ini, Guess memilih untuk menghentikan operasi langsung dan mempertimbangkan pendekatan baru yang lebih fleksibel.


Ikuti Jejak Brand Global Lain

Langkah Guess bukan kasus tunggal. Sejumlah brand fashion internasional sudah lebih dulu meninggalkan pasar China dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa di antaranya termasuk Old Navy, Topshop, serta merek-merek di bawah grup Inditex seperti Bershka, Pull&Bear, Stradivarius, dan Oysho.

Fenomena ini menunjukkan perubahan besar dalam lanskap ritel China. Brand global kini menghadapi tantangan lebih besar dibanding sebelumnya.


Pasar China Tidak Lagi Mudah

China pernah menjadi pasar yang sangat menjanjikan bagi brand global. Namun, kondisi saat ini jauh berbeda. Konsumen lokal kini lebih memilih brand domestik yang lebih cepat mengikuti tren.

Selain itu, ekosistem digital di China berkembang sangat cepat. Platform e-commerce dan live streaming menjadi kanal utama penjualan, sementara toko fisik kehilangan daya tarik.

Brand yang gagal beradaptasi dengan perubahan ini akan kesulitan bertahan.


Strategi Baru Masih Jadi Tanda Tanya

Meski keluar dari model bisnis lama, Guess belum benar-benar meninggalkan China. Perusahaan menyatakan akan kembali dengan pendekatan baru.

Sejumlah analis memperkirakan Guess akan beralih ke model lisensi atau kemitraan lokal. Strategi ini memungkinkan perusahaan tetap hadir tanpa harus menanggung biaya operasional besar.

Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait arah baru tersebut.


Dampak ke Industri Fashion Global

Keputusan Guess menambah daftar panjang brand global yang mengubah strategi di China. Langkah ini memberi sinyal bahwa pasar China tidak lagi mudah ditembus oleh pemain internasional.

Brand kini harus lebih cepat beradaptasi, memahami perilaku konsumen lokal, dan memanfaatkan kanal digital secara maksimal.

Tanpa strategi yang tepat, bahkan brand besar sekalipun bisa kehilangan pijakan di pasar ini.


Kesimpulan: Perubahan Besar di Industri Ritel

Penutupan seluruh toko Guess di China menandai perubahan penting dalam industri fashion global. Keputusan ini tidak hanya soal bisnis satu perusahaan, tetapi juga mencerminkan pergeseran kekuatan di pasar ritel dunia.

Guess memilih langkah tegas: keluar dari model lama dan mencari pendekatan baru. Ke depan, strategi adaptasi akan menjadi kunci utama bagi brand global untuk bertahan di pasar China.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *