EkonomiPasar Global

Harga Minyak Turun Tajam Dipicu Sinyal Kesepakatan Iran-AS

Harga minyak dunia turun signifikan pada perdagangan terbaru setelah Iran memberi sinyal siap mengambil langkah yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) menjelang putaran baru negosiasi nuklir. Pernyataan ini meredam kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan akibat konflik geopolitik.

Menurut data perdagangan, minyak mentah Brent turun sekitar 1% ke level sekitar US$ 70,77 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah sekitar 1% ke kisaran US$ 65,63 per barel. Penurunan harga ini dipicu oleh harapan bahwa kemungkinan eskalasi konflik di Timur Tengah dapat dikurangi jika kesepakatan tercapai.

Sinyal Diplomatik dan Dampaknya pada Pasar

Pelemahan harga minyak terjadi setelah pejabat Iran menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah diplomatik yang diperlukan guna mencapai kesepakatan nuklir dengan Washington. Hal ini meningkatkan optimisme pasar bahwa konflik antara kedua negara—yang juga berdampak pada kekhawatiran gangguan pasokan minyak—bisa diredakan melalui perundingan.

Putaran ketiga negosiasi nuklir antara Iran dan AS dijadwalkan berlangsung di Jenewa, memicu reaksi pelaku pasar global untuk mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong harga minyak lebih tinggi.

Faktor Geopolitik yang Mempengaruhi Harga Minyak

Turunnya harga minyak tidak lepas dari sentimen risiko geopolitik di Teluk Persia, di mana Iran merupakan salah satu produsen minyak terbesar dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Ketika kemungkinan konflik meningkat, harga minyak sering kali naik karena risiko gangguan pasokan, tetapi sinergi diplomatik bisa meredam kekhawatiran tersebut.

Selain itu, meskipun harapan akan kesepakatan menekan harga, premi risiko geopolitik tetap ada dalam harga minyak karena ketidakpastian apakah negosiasi akan berujung pada kesepakatan konkret atau kembali memanas.

Perspektif Analis Pasar

Analis pasar energi mengamati bahwa koreksi harga ini mencerminkan reaksi pasar terhadap berita diplomatik yang mengurangi kemungkinan konflik langsung. Ketika risiko gangguan pasokan berkurang, permintaan terhadap aset berisiko tinggi seperti minyak cenderung melemah, sehingga mendorong harga turun.

Namun, analis juga mengingatkan bahwa situasi tetap rapuh. Jika negosiasi mengalami kebuntuan atau konflik kembali meningkat, pasar minyak bisa kembali dibayangi oleh premi risiko yang lebih tinggi, sehingga harga memiliki potensi bergerak naik kembali.

Related Keywords: harga minyak dunia, minyak Brent, WTI, kesepakatan Iran-AS, geopolitik Timur Tengah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *