News

Jokowi dan Gibran Melayat Raja Solo PB XIII: Momen Duakita di Keraton Kasunanan Surakarta, Doa dan Ucapan Belasungkwhua yang Mendalam

Jakarta, 3 November 2025 — Di tengah kesunyian malam Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, yang biasanya bergema dengan gamelan dan langkah pelan abdi dalem, Minggu malam (2/11) menjadi momen duka yang mendalam. Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir melayat Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII Hangabehi, raja ke-13 Keraton Solo yang wafat di usia 77 tahun pagi itu setelah berjuang melawan sakit selama beberapa bulan. Kedatangan mereka, yang dijadwalkan pukul 16.00 WIB, bukan sekadar protokol—ia adalah ungkapan belasungkwhua pribadi dari keluarga besar Jawa, di mana Jokowi (asli Solo) dan Gibran (Wali Kota Solo) punya ikatan emosional dengan Keraton. Dengan pakaian batik sederhana dan peci, Jokowi doa di depan jenazah, sementara Gibran—yang hadir lebih awal—tandatangani buku tamu dan berbincang dengan keluarga. Bagi warga Solo seperti Mbok Siti (62), yang ikut doa di luar keraton, ini simbol persatuan: duka keraton jadi duka rakyat, dan doa untuk almarhum ingatkan nilai-nilai Jawa yang abadi.

PB XIII Hangabehi, nama lengkap Sri Susuhunan Pakubuwana Senapati ing Alaga Abdurrahman Sayyidin Panatagama Khalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping Telu Welas ing Nagari Surakarta Hadiningrat, wafat pukul 07.29 WIB di RS Indraprasta Solo Baru, Sukoharjo, setelah berjuang melawan gerah dan komplikasi kesehatan. Kabar duka ini disampaikan melalui jumpa pers resmi Keraton pukul 10.00 WIB di Badan Pengelola Keraton Surakarta Hadiningrat. Jenazah disemayamkan di Pendapa Paningratan, di mana ribuan warga, kerabat, dan tokoh nasional datang bertakziah. Pemakaman dijadwalkan Rabu (5/11) di Astana Raja-Raja Mataram Imogiri, Yogyakarta, mengikuti tradisi keraton. Pemakaman ini akan jadi momen sakral, dengan prosesi jalan kaki dari Solo ke Imogiri, diikuti doa bersama lintas agama—simbol toleransi yang jadi ciri PB XIII.

Kedatangan Gibran, yang tiba pukul 18.00 WIB, jadi momen hangat di tengah duka. Wapres, mengenakan kemeja biru muda, langsung salat Magrib di masjid keraton sebelum menuju Bangsal Parasdya, tempat jenazah disemayamkan. Di sana, Gibran berdoa lama, tandatangani buku tamu, dan berbincang dengan keluarga, termasuk permaisuri dan putra mahkota GRM Suryo Aryo Mustiko (KGPH Purbaya). “Saya secara pribadi dan mewakili keluarga berduka dalam atas berpulangnya Sinuhun PB XIII,” kata Gibran, seperti dikutip ANTARA. Ia tambah, “Beliau contoh pemimpin baik, penjaga budaya Jawa.” Gibran, yang punya ikatan dengan Solo sebagai Wali Kota sebelumnya, pamit setelah 20 menit, meninggalkan kesan hormat.

Tak lama, Jokowi tiba pukul 20.30 WIB, mengenakan batik panjang, celana halus hitam, dan peci. Mantan raja kota Solo itu langsung diarahkan ke Sasono Parasdya. Di depan jenazah, Jokowi salat jenazah, berdoa khusyuk, dan berbicara dengan permaisuri. “Pertama-tama, saya sampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Sinuhun karena gerah, sakit beberapa bulan ini,” kata Jokowi kepada wartawan. “Semoga amal Sinuhun diterima Allah SWT, ditempatkan di tempat terbaik, diampuni dosanya.” Jokowi, yang warga Solo sebut “anak Solo,” pamit setelah 20 menit, tinggalkan ucapan belasungkwhua yang tulus.

Momen ini diikuti tokoh lain: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, Wali Kota Solo Respati Ahmad, Wakil Wali Kota Astrid Widayani, dan Penguasa Pura Mangkunegaran Mangkunegoro X. Mangkunegoro X bilang, “Saya dan keluarga Dalem Mangkunegaran berduka dalam atas berpulangnya Sinuhun PB XIII. Beliau pemimpin contoh baik bagi saya dan keluarga Keraton.” Mereka semua pamit dengan hormat, tinggalkan duka yang membara di hati warga Solo.

Kisah PB XIII: Penjaga Budaya Jawa yang Hangat dan Bijaksana

PB XIII Hangabehi, lahir 28 Juni 1948, naik tahta 2004 setelah wafatnya PB XII tanpa permaisuri resmi. Gelar penuhnya mencerminkan warisan Mataram: ia pemimpin ke-13 Surakarta Hadiningrat. Di bawah kepemimpinannya, Keraton Solo jadi pusat pelestarian budaya Jawa: revitalisasi gamelan, wayang kulit, dan serat Centhini, sambil adaptasi modern seperti tur virtual keraton (2020). Ia karuniakan putra mahkota KGPH Purbaya, yang siap lanjutkan warisan.

PB XIII sosok hangat: warga Solo ingat ia sering jalan kaki ke pasar, bincang dengan pedagang. “Sinuhun orangnya ramah, suka denger cerita rakyat,” kata Mbok Siti (62), penjual batik di Pasar Klewer. Ia juga bijaksana: saat pandemi 2020, keraton buka layanan gratis untuk warga, dan ia dukung pelestarian bahasa Jawa di sekolah. Warisannya: Keraton Solo jadi simbol toleransi, campur Islam-Jawa, di mana PB XIII ajar nilai “guyub rukun.”

Duka ini rasakan warga Solo: ribuan datang ke keraton, bawa bunga dan doa. “Sinuhun seperti ayah kita, sekarang kami kehilangan,” kata Pak Joko (55), abdi dalem. Pemakaman Rabu akan jadi prosesi sakral: jenazah diarak dari Solo ke Imogiri, diikuti ribuan warga, simbol persatuan Jawa.

Relevansi untuk Rakyat: Warisan Keraton di Era Modern

Di Solo yang ramai dengan motor dan kafe modern, kehadiran Jokowi dan Gibran ingatkan ikatan pusat-daerah. Jokowi, “anak Solo,” dan Gibran, mantan Wali Kota, wakili keluarga besar: duka keraton jadi duka nasional. Ini simbol persatuan: di era Prabowo-Gibran, pelestarian budaya Jawa jadi prioritas, seperti revitalisasi Keraton (dana APBN Rp 50 miliar 2025). Bagi warga seperti Mbok Rini (48), penjual makanan di keraton, ini harapan: “Dengan doa Jokowi dan Gibran, Sinuhun tenang. Keraton harus dijaga untuk anak cucu.”

Momen ini ajak refleksi: keraton bukan cuma museum, tapi jantung budaya Jawa. Di tengah modernitas, kehadiran pemimpin nasional ingatkan nilai gotong royong dan hormat leluhur. Semoga PB XIII tenang di alam abadi, dan warisannya hidup selamanya.

📌 Sumber: DetikNews, ANTARA, RMOL, Gelora, Zonasatunews, Repelita, Sindonews, Viva, diolah oleh tim kilatnews.id.

Related Keywords: PB XIII wafat 2025, Jokowi Gibran Keraton Solo, Pakubuwono XIII pemakaman, duka Keraton Surakarta, Gibran doa jenazah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *