Politik

Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto Tutup Usia di Usia 33 Tahun

Klaten – Pemerintah Kabupaten Klaten dan masyarakat luas berduka atas berpulangnya Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, pada Sabtu, 7 Februari 2026 sekitar siang hari di RSUP Dr. Kariadi Semarang, Jawa Tengah. Kepergian sosok muda ini meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam baik di lingkungan pemerintahan maupun di kalangan masyarakat Klaten.

Informasi resmi mengenai wafatnya Benny disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Klaten, Rizqan Iryawan. Ia menyatakan bahwa kabar duka ini diterima jajaran pemerintah daerah setelah pihak rumah sakit mengonfirmasi kondisi almarhum sekitar pukul 11.00 WIB.

Perawatan Sebelum Meninggal Dunia

Sebelum meninggal dunia, Benny sempat menjalani perawatan medis di RSUP Dr. Kariadi sejak 29 Januari 2026, atau sekitar 9 hari sebelum wafat. Selama masa perawatan itu, ia mendapatkan perawatan intensif, namun pihak rumah sakit dan keluarga belum memberikan keterangan rinci tentang diagnosis atau penyebab pasti sakit yang dideritanya.

Plt Sekda Klaten, Joko Purwanto, juga menyampaikan bahwa informasi lengkap terkait kondisi kesehatan almarhum masih dalam tahap peninjauan keluarga. “Saat ini saya sudah berada di rumah duka, sehingga untuk penjelasan lebih detail akan disampaikan kemudian,” ujar Joko saat dihubungi media.

Jejak Pendidikan dan Karier Politik

Benny Indra Ardhianto dikenal sebagai figur muda yang aktif dalam dunia politik dan pemerintahan. Lahir di Boyolali, Jawa Tengah pada 14 April 1992, ia menamatkan pendidikan menengahnya di SMA Negeri 1 Klaten sebelum melanjutkan studi ke Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) dan kemudian Magister Administrasi Bisnis (M.B.A.) dari universitas yang sama.

Sebelum terjun ke ranah pemerintahan, Benny memiliki latar belakang sebagai pengusaha dan aktivis sosial. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Benny Putra Mandiri, serta aktif dalam sejumlah organisasi bisnis di Jawa Tengah. Aktivitasnya dalam dunia usaha menjadi salah satu bekal kuat dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Karier politik Benny bermula ketika ia bergabung dengan Partai Gerindra pada 2019. Pada Pilbup Klaten 2024, ia diusung sebagai calon Wakil Bupati mendampingi Hamenang dari PDIP dan berhasil memenangkan kontestasi dengan suara mayoritas. Pasangan tersebut kemudian dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Klaten periode 2025–2029.

Peran dan Kontribusi bagi Klaten

Dalam masa jabatannya, Benny dikenal sebagai pemimpin yang giat terlibat dalam kegiatan pemerintahan, pembangunan daerah, serta interaksi dengan masyarakat. Ia aktif mendampingi Bupati dalam berbagai agenda resmi, dialog publik, serta kunjungan kerja ke berbagai sektor masyarakat. Kehadirannya kerap menyentuh berbagai lapisan masyarakat, terutama dalam aktivitas pembangunan daerah.

Selain itu, ia juga dikenal karena keterlibatannya dalam organisasi profesional dan komunitas, yang turut memperkuat peran serta kontribusinya di luar tugas pemerintahan formal. Jejak ini memperlihatkan komitmen Benny terhadap pemberdayaan masyarakat dan kemajuan sektor lokal.

Reaksi Pemerintah dan Partai

Kabar wafatnya Wakil Bupati juga mendapat respons dari tokoh politik dan partai. Ketua DPC Partai Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno, menyampaikan duka cita yang mendalam sekaligus penghormatan atas dedikasi Benny selama ini. Sebagai kader Partai Gerindra, Benny dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi partai dan pemerintahan daerah.

Ucapan belasungkawa turut disampaikan berbagai pihak, termasuk kolega pemerintahan dan masyarakat luas yang merasakan dampak keterlibatan aktifnya dalam dinamika sosial-politik di Klaten.

Rencana Pemakaman

Jenazah Benny Indra Ardhianto disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Desa Karang, Kecamatan Delanggu. Rencana pemakaman dijadwalkan pada Minggu, 8 Februari 2026, di Makam Jonggrangan, Ngreden, Wonosari, Klaten. Upacara pemakaman akan dilaksanakan dengan penghormatan sesuai protokol pemerintah daerah dan keluarga.

Kabar duka ini sekaligus menjadi pengingat akan peran pemimpin muda dalam pemerintahan yang begitu cepat memberi dampak di masyarakat. Meninggalnya Benny Indra Ardhianto di usia produktif 33 tahun mengakhiri salah satu perjalanan karier politik yang terus mendapat perhatian publik di Jawa Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *