Politik

Prabowo Subianto Tinjau Pembangunan Hunian Danantara di Aceh Tamiang: Aksi Nyata Pemerintah Hadir di Tengah Pemulihan Pasca Bencana

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada 1 Januari 2026, guna meninjau progres pembangunan Hunian Sementara (Huntara) yang dibuat oleh Danantara Indonesia untuk masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.

Pemerintah menjadikan proyek ini sebagai bagian dari langkah strategis pemulihan pasca bencana yang melanda sejumlah wilayah Sumatra pada akhir 2025. Huntara dirancang sebagai tempat tinggal sementara yang layak hingga fase pemulihan lebih lanjut dapat dijalankan.

Progres Pembangunan dan Target Hunian

Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang telah dimulai sejak akhir Desember 2025. Dalam waktu kurang dari dua minggu, sebanyak 600 unit rumah sementara telah rampung dibangun. Unit ini direncanakan akan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026 untuk kemudian didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

Proyek ini merupakan bagian dari target yang lebih besar, yaitu pembangunan total 15.000 hunian sementara dalam kurun tiga bulan ke depan. Dari jumlah tersebut, sekitar 12.000 unit ditargetkan untuk wilayah Aceh, sementara sisanya disiapkan untuk sejumlah kabupaten di Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

Fasilitas dan Standar Hunian

Hunian yang dibangun bukan sekadar tempat berteduh. Huntara dirancang untuk memenuhi standar minimum kenyamanan dan keberlanjutan. Setiap unit dilengkapi dengan instalasi listrik, akses internet gratis, serta fasilitas umum seperti klinik kesehatan, dapur umum, taman bermain anak, dan toilet yang memadai.

Prabowo Subianto menekankan bahwa walaupun bersifat sementara, hunian ini harus memberikan rasa aman dan layak bagi keluarga yang kehilangan rumahnya. “Negara harus hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah,” ujar Presiden saat meninjau lokasi pembangunan

Sinergi Lintas Sektor dan Percepatan Pembangunan

Proyek Huntara ini merupakan hasil kolaborasi antara Danantara Indonesia, sejumlah badan usaha milik negara (BUMN), pemerintah provinsi, serta pihak legislatif dan eksekutif setempat. Koordinasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah serta dukungan teknis dari sektor swasta memungkinkan pembangunan berjalan cepat meski kondisi lapangan cukup menantang.

Selain itu, pembangunan ini mendapat dukungan fasilitas dasar seperti pasokan listrik oleh PT PLN (Persero) dan konektivitas yang disediakan oleh PT Telkom Indonesia, sehingga hunian Huntara tidak hanya aman secara struktural tetapi juga fungsional bagi penghuninya.

Makna Kunjungan Presiden Prabowo

Kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh Tamiang bukan sekadar seremonial. Di lokasi, Prabowo memimpin rapat koordinasi terbatas yang juga dihadiri oleh beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju dan pejabat terkait. Pertemuan ini membahas realisasi pembangunan Huntara dan rencana percepatan penyelesaian unit-unit berikutnya.

Dalam rapat tersebut, Presiden bahkan memberikan masukan teknis terkait kenyamanan hunian, termasuk usulan penggunaan material lokal yang efektif untuk mengurangi panas pada bagian atap rumah. Ide ini dimaksudkan agar hunian tetap nyaman bagi penduduk di berbagai kondisi cuaca.

Peran Pemerintah dalam Pemulihan Pasca Bencana

Upaya ini mencerminkan peran aktif pemerintah dalam menangani dampak bencana alam yang sudah mengganggu kehidupan warga di sejumlah kabupaten di Sumatra akhir 2025 lalu. Bukan hanya fokus pada rehabilitasi fisik, namun juga pada pemulihan psikologis dan sosio-ekonomi masyarakat terdampak.

Prabowo menegaskan bahwa pembangunan rumah sementara ini menjadi salah satu pondasi penting agar masyarakat bisa kembali memulai aktivitas normal mereka, seperti pendidikan anak-anak di sekolah, usaha kecil, dan interaksi sosial. “Ini bukan sekadar rumah, tetapi simbol harapan,” tegasnya.

Menuju Hunian Permanen

Meski Huntara memberikan solusi cepat dan layak, pemerintah juga mempersiapkan fase selanjutnya, yaitu pembangunan hunian permanen, yang akan dirancang lebih tahan lama dan sesuai kebutuhan jangka panjang masyarakat. Pemerintah menargetkan transisi dari hunian sementara ke permanen dapat dilakukan secara bertahap setelah kondisi dan anggaran memungkinkan


📌 Kesimpulan: Kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh Tamiang menandai kemajuan signifikan dalam upaya penyediaan hunian sementara bagi korban bencana. Dengan kolaborasi lintas lembaga, pembangunan 600 unit Huntara menjadi bukti bahwa pemerintah hadir secara nyata untuk mempercepat pemulihan masyarakat. Fokus selanjutnya adalah memperluas jangkauan pembangunan menuju target 15.000 unit dan memastikan transisi menuju hunian permanen berjalan efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *