Kapolres Merauke: Gudang Ketahanan Pangan Polri Siap Digunakan untuk Kesejahteraan Masyarakat
Merauke, Papua – 15 Februari 2026 – Kapolres Merauke AKBP Dewa Gede Darmawan Putera, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa Gudang Ketahanan Pangan Polri di Kabupaten Merauke telah dipersiapkan dan siap dimanfaatkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat setempat. Menurutnya, fasilitas ini bukan hanya milik kepolisian, tetapi juga merupakan sumber daya strategis yang dapat membantu masyarakat dalam menghadapi situasi darurat serta meningkatkan ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Pernyataan itu diungkapkan saat Kapolres melakukan kunjungan ke lokasi gudang dan memantau kesiapan fasilitas tersebut bersama jajaran pejabat Polres Merauke. Dalam kegiatan ini, sejumlah personel tampak terlibat aktif dalam mengevaluasi tahapan operasional gudang, termasuk mekanisme pengelolaan, distribusi, serta potensi pemanfaatannya secara luas untuk kepentingan masyarakat Papua Selatan.
Latar Belakang Pembentukan Gudang Ketahanan Pangan
Ketahanan pangan menjadi isu penting tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di wilayah perbatasan dan daerah yang menghadapi tantangan geografis serta akses logistik, seperti Merauke. Kabupaten ini memiliki luas wilayah yang luas dan dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Provinsi Papua, sehingga menjadi sangat strategis dalam penyediaan stok pangan nasional.
Menanggapi keadaan tersebut, jajaran Polri melalui Satuan Kerja Kepolisian di wilayah Papua merancang sebuah fasilitas terpadu berupa Gudang Ketahanan Pangan. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi penyangga pasokan pangan saat terjadi gangguan distribusi, bencana alam, atau darurat sosial lain, serta sebagai dukungan operasional terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan ketersediaan pangan.
Infrastruktur dan Kesiapan Operasional
Gudang Ketahanan Pangan yang berada di wilayah hukum Polres Merauke dilengkapi dengan fasilitas penyimpanan berkapasitas cukup besar untuk menampung berbagai komoditas makanan pokok, termasuk beras, jagung, dan bahan kebutuhan dasar lainnya. Infrastruktur ini dirancang untuk membantu pengelolaan stok secara efisien dan aman, sesuai standar pengelolaan logistik pangan.
Selain fasilitas penyimpanan, gudang juga menyediakan sistem pencatatan stok dan pemantauan kualitas, sehingga setiap komoditas yang tersimpan dapat terjaga mutu dan kesegarannya sampai waktu pendistribusian. Dukungan teknologi informasi dalam pengelolaan data stok juga menjadi bagian dari kesiapan gudang ini untuk dioperasikan secara profesional.
Kesiapan Personel dan Administrasi
Kapolres Merauke, AKBP Dewa Gede Darmawan Putera, menyampaikan bahwa Polres telah menyiapkan personel terlatih yang bertanggung jawab atas operasional gudang. Para personel ini tidak hanya dilatih dalam aspek teknis penyimpanan pangan, tetapi juga memahami prosedur distribusi dan koordinasi dengan pemangku kepentingan di tingkat daerah serta komunitas masyarakat.
Menurut Kapolres, kesiapan ini merupakan bagian dari tanggung jawab Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta membantu masyarakat secara langsung apabila dibutuhkan. Ia menegaskan bahwa kehadiran gudang pangan bukan sekadar fasilitas fisik, tetapi juga sebuah mekanisme kerja sosial yang bermuara pada kesejahteraan dan perlindungan masyarakat.
Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan Pihak Terkait
Dalam pernyataannya, Kapolres Merauke juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Polres, pemerintah daerah, dan instansi lain seperti Dinas Ketahanan Pangan, TNI, serta organisasi masyarakat sipil untuk mengoptimalkan pemanfaatan gudang pangan. Kolaborasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari perencanaan distribusi pangan hingga pelibatan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Hal ini mencerminkan upaya sinergi lintas sektor sebagai jawaban terhadap tantangan yang dihadapi wilayah perbatasan seperti Merauke, yang memiliki keragaman budaya, geografis yang luas, serta kebutuhan logistik yang tinggi untuk mendukung kehidupan warga.
Manfaat bagi Masyarakat dan Keamanan Pangan
Bagi masyarakat Kabupaten Merauke, keberadaan Gudang Ketahanan Pangan berarti pembentukan sistem buffer stock pangan yang dapat mencegah gejolak harga kebutuhan pokok akibat gangguan pasokan atau bencana alam. Ini menjadi semakin penting di wilayah yang cenderung terisolasi dari pusat distribusi utama.
Selain itu, gudang ini menjadi salah satu bentuk dukungan nyata Polri dalam program Ketahanan Pangan Nasional, yang dicanangkan oleh pemerintah melalui berbagai kebijakan strategis. Ketahanan pangan yang kuat akan menjamin stabilitas sosial, ketersediaan logistik pangan, sekaligus memberikan rasa aman bagi warga.
Peran Polri dalam Ketahanan Pangan Nasional
Lebih dari sekadar peran penegakan hukum, Polri Indonesia memiliki tugas tambahan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam situasi krisis atau bencana. Dalam hal ini, peran Polri bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra aktif pemerintah dalam ketahanan pangan dan penanggulangan dampak sosial lain yang berpotensi memengaruhi stabilitas masyarakat.
Langkah Polres Merauke mengaktifkan gudang pangan menjadi contoh bagaimana aparat kepolisian dapat memadukan fungsi keamanan dengan dukungan terhadap kebutuhan rakyat. Ini juga menunjukkan bahwa Polri memiliki kesiapan operasional dan kebijakan untuk merespons kondisi darurat dengan pendekatan yang komprehensif.
Studi Kasus: Ketahanan Pangan di Daerah Terpencil
Pengalaman dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa daerah-daerah terpencil di Indonesia sering mengalami tantangan dalam distribusi pangan. Faktor geografi, infrastruktur transportasi yang terbatas, serta fluktuasi harga barang pokok sering kali menjadi ujian bagi masyarakat lokal.
Dalam konteks ini, strategi buffer stock terhadap kebutuhan pokok merupakan pendekatan yang terbukti efektif di berbagai negara, termasuk di wilayah perbatasan. Gudang Ketahanan Pangan yang dimiliki Polri di Merauke dapat berfungsi sebagai cadangan strategis yang langsung dapat dimanfaatkan saat keadaan darurat pangan atau gangguan distribusi logistik pangan normal.
Potensi Pengembangan Program Ketahanan Pangan
Ke depan, Kapolres Merauke mengharapkan agar gudang ini tidak hanya bermanfaat pada situasi darurat, tetapi juga menjadi pusat edukasi ketahanan pangan bagi masyarakat. Ini bisa meliputi program pelatihan pengolahan pangan, penyuluhan pertanian, hingga kolaborasi antara polisi, petani lokal, serta pihak swasta untuk menciptakan sistem pangan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Program serupa juga telah diterapkan di sejumlah wilayah lain di Indonesia, seperti di Kalimantan dan Papua Barat, dengan melibatkan komunitas lokal dalam pengembangan pertanian di kawasan perbatasan demi menekan angka kemiskinan dan meningkatkan lapangan kerja.
Reaksi Warga Merauke
Sikap masyarakat terhadap inisiatif ini terbilang positif. Sejumlah warga menyatakan bahwa keberadaan gudang pangan memberi mereka rasa aman tambahan, terutama di masa ketika harga bahan pokok sering mengalami lonjakan di pasar lokal akibat keterbatasan transportasi dari pusat distribusi.
Beberapa tokoh masyarakat juga menyambut baik langkah ini sebagai bagian dari kerja sama komunitas yang solid antara aparat dan warga, yang mampu menjembatani kebutuhan sosial serta keamanan pangan daerah.
Tantangan dan Langkah Kedepan
Meskipun penyediaan fasilitas gudang pangan telah siap, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi, antara lain:
- Koordinasi distribusi yang cepat dan tepat saat terjadi darurat pangan.
- Penyusunan mekanisme alur bantuan yang transparan serta akuntabel.
- Peningkatan keterampilan personel dan komunitas lokal dalam mengelola stok pangan.
Kapolres Merauke menegaskan bahwa setiap tantangan tersebut akan diantisipasi melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, lembaga sosial, serta partisipasi aktif warga.
Kesimpulan
Kapolres Merauke, AKBP Dewa Gede Darmawan Putera, menegaskan bahwa Gudang Ketahanan Pangan Polri di Kabupaten Merauke telah siap digunakan untuk kesejahteraan masyarakat dan sebagai buffer stock pangan strategis di wilayah perbatasan. Fasilitas ini tidak hanya menjadi sumber pasokan darurat, tetapi juga mencerminkan peran Polri yang lebih luas dalam mendukung ketahanan pangan nasional, respon bencana, dan stabilitas sosial.
Sinergi antarinstansi dan keterlibatan aktif masyarakat dipandang sebagai kunci agar inisiatif ini benar-benar membawa manfaat jangka panjang bagi daerah serta memperkukuh ketahanan pangan di Indonesia bagian timur.

