Politik

Hitungan Mundur Perang! Trump Beri Iran 10 Hari atau ‘Hal Buruk’ Menanti

KilatNews.id, Jakarta – Ketegangan global kembali memanas. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pesan keras kepada Iran dalam rapat perdana Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang digelar di Amerika Serikat.

Dalam forum yang disebut-sebut sebagai upaya baru meredakan konflik internasional, Trump secara terbuka mengajak Iran untuk bergabung. Namun ajakan itu bukan tanpa tekanan. Di hadapan para pejabat dan delegasi, Trump menyelipkan peringatan tegas: jika Iran menolak, konsekuensinya bisa serius.

Pernyataan tersebut langsung memicu spekulasi. Apakah ini pintu menuju diplomasi baru, atau justru awal babak ketegangan berikutnya?

Ajakan yang dibalut ultimatum itu datang di tengah situasi geopolitik yang sensitif. Hubungan Washington–Teheran selama ini dikenal sarat kecurigaan dan tarik-menarik kepentingan, terutama terkait isu keamanan dan stabilitas kawasan.

Kini, bola panas berada di tangan Iran. Bergabung dengan Dewan Perdamaian bisa menjadi langkah menuju dialog. Namun jika tawaran itu diabaikan, dunia menanti—apa yang dimaksud Trump dengan “hal buruk” yang akan terjadi?

Situasi pun berubah menjadi hitungan waktu. Diplomasi atau eskalasi—pilihan yang diambil Iran berpotensi menentukan arah dinamika global dalam waktu dekat.

“Sekaranglah saatnya bagi Iran untuk bergabung dengan kita di jalan yang akan menyelesaikan apa yang sedang kita lakukan,” kata Trump di hadapan pemimpin negara anggota Board of Peace, dilansir Al-Jazeera, Jumat (20/2/2026).

Trump menyatakan sangat bagus jika Iran mau bergabung. Namun, ua juga tak masalah jika Iran menolak.

“Jika mereka bergabung dengan kita, itu akan bagus, dan jika tidak, itu juga akan bagus, tetapi itu akan menjadi jalan yang sangat berbeda,” ujar Trump.

Trump pun menegaskan Iran tak bisa terus mengancam stabilitas di dunia. “Mereka tidak harus membuat kesepakatan. Hal-hal buruk akan terjadi jika tidak,” ujarnya.

  • Kesimpulan

Ultimatum 10 hari yang disampaikan Donald Trump menandai momen krusial dalam hubungan Amerika Serikat dan Iran. Di satu sisi, tawaran bergabung dengan Board of Peace membuka peluang dialog dan meredakan ketegangan. Namun di sisi lain, peringatan tentang “hal buruk” mempertegas bahwa opsi tekanan tetap berada di meja.

Kini keputusan berada di tangan Iran: memilih jalur diplomasi yang berpotensi menurunkan eskalasi, atau menghadapi konsekuensi yang bisa memperuncing ketidakstabilan kawasan. Dalam hitungan waktu yang semakin sempit, langkah Teheran akan sangat menentukan arah dinamika politik dan keamanan global ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *