Gusti Purbaya Bakal Dilantik Menjadi Raja Keraton Surakarta Hadiningrat pada 15 November
Surakarta Kilatnews.id — Sebuah tonggak penting dalam sejarah ke-Jawa-an terjadi ketika Gusti Purbaya dijadwalkan untuk dilantik sebagai raja baru Keraton Surakarta Hadiningrat pada hari Sabtu, 15 November 2025. Acara ini disebut sebagai “jumenengan” dan akan menobatkan beliau sebagai Susuhunan bergelar Pakubuwono XIV.
Latar Belakang & Proses Penunjukan
Penetapan Gusti Purbaya sebagai raja baru muncul segera setelah wafatnya raja sebelumnya, Pakubuwono XIII, pada 2 November 2025.
Beberapa media menyebut bahwa surat undangan serta pengumuman jumenengan telah beredar, menegaskan bahwa panitia Keraton telah menetapkan tanggal 15 November untuk prosesi pelantikan.
Dalam pengumuman resmi oleh pihak Keraton, yang dilaporkan oleh media nasional, disebut bahwa jumenengan dimaksud sebagai bagian dari pelestarian budaya Jawa dan memperkuat posisi Keraton Surakarta dalam era modern.
Makna Pelantikan & Konteks Budaya
Pelantikan ini bukan sekadar pergantian simbolik, melainkan membawa makna historis dan kultural yang mendalam. Beberapa poin penting:
- Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan pusat tradisi istana Jawa di Kota Surakarta, yang kerap menjadi elemen budaya yang dihormati.
- Dengan penobatan Pakubuwono XIV, keraton berharap memperkuat fungsi sebagai penjaga warisan budaya, institusi adat dan pengembangan seni tradisional Jawa.
- Surat undangan jumenengan menegaskan bahwa acara akan dilaksanakan di lingkungan Keraton Surakarta pada 15 November, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Rangkaian Acara & Persiapan
Beberapa media lokal melaporkan bahwa panitia jumenengan telah menyiapkan rangkaian acara sebagai berikut:
- Kirab pusaka kerajaan dan iring-iringan tradisional dari keraton menuju lokasi upacara.
- Prosesi adat pendahuluan bersama tokoh masyarakat dan undangan dari daerah-daerah keraton.
- Prosesi utama pengukuhan Gusti Purbaya sebagai raja serta pemakaian gelar resmi “Pakubuwono XIV”.
Dalam surat undangan yang tersebar disebut bahwa masyarakat diimbau untuk memberikan doa restu dan dukungan agar acara berlangsung “khidmat, adem ayem, dan penuh berkah”.
Dukungan & Reaksi Publik
Dukungan terhadap jumenengan ini datang dari berbagai pihak:
- Pemerintah daerah Surakarta serta tokoh budaya menyambut pelantikan sebagai upaya memperkuat identitas budaya lokal dan nasional.
- Masyarakat kota Surakarta tampak antusias, banyak warga menyambut berita tersebut dengan harapan bahwa raja baru akan membawa revitalisasi budaya, seni dan tradisi Jawa.
- Para peneliti budaya menyebut pelantikan ini sebagai momen penting bagi keraton agar dapat menyesuaikan perannya di tengah perubahan sosial dan modernisasi.
Tantangan & Harapan ke Depan
Meski penuh harapan, penobatan Pakubuwono XIV juga menghadapi sejumlah tantangan:
- Peran keraton di era modern belum selalu jelas: selain sebagai simbol budaya, keraton harus mampu menjalin relevansi dengan generasi muda.
- Keberlanjutan finansial dan pengelolaan warisan tradisi yang memerlukan dana dan dukungan masyarakat.
- Keterbukaan terhadap inovasi tanpa kehilangan nilai-adanya adat.
Masyarakat berharap bahwa di bawah pimpinan Gusti Purbaya, keraton akan menghidupkan kembali program-program seni tradisional, pelatihan budaya untuk generasi muda, dan menjadi pusat kegiatan budaya yang lebih inklusif.
Kesimpulan
Dengan ditetapkannya Gusti Purbaya sebagai raja baru Keraton Surakarta Hadiningrat pada 15 November 2025, terbitlah harapan baru dalam pelestarian budaya Jawa. Pelantikan ini bukan hanya soal adat dan prosesi istana, tetapi juga soal bagaimana institusi keraton meneguhkan relevansinya di era kontemporer.
Bagi warga Surakarta dan penikmat budaya Jawa secara luas, momentum ini dipandang sebagai kesempatan untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-tradisi, identitas lokal dan kebangkitan seni budaya dalam bingkai modern.

