Makhluk Berusia 125 Juta Tahun Muncul di China, Wujudnya Bikin Kaget Ilmuwan
Jakarta, 19 Februari 2026 – Para ilmuwan paleontologi kembali dibuat takjub oleh temuan fosil makhluk berusia sekitar 125 juta tahun di China yang menunjukkan anatomi yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Penemuan ini tidak hanya memperkaya daftar spesies purba yang pernah hidup di Bumi, tetapi juga mengungkap detail kulit dan struktur tubuh yang sangat unik, sehingga memicu diskusi luas tentang evolusi dinosaurus dan keanekaragaman bentuknya di masa lalu.
Fosil itu ditemukan di lapisan batuan dari periode Kapur Awal (Early Cretaceous) di wilayah Tiongkok timur laut, sebuah kawasan yang dikenal dengan sedimen fosil yang sangat kaya dari era yang sama. Temuan ini memberi petunjuk baru tentang kemampuan preservasi luar biasa di lokasi ini, sehingga struktur yang biasanya hilang setelah sekian juta tahun — termasuk kulit — kini bisa dipelajari secara rinci oleh para peneliti.
Spesies Baru dengan Ciri yang Belum Pernah Terlihat
Fosil yang menjadi pusat perhatian adalah individu muda dari kelompok dinosaurus pemakan tumbuhan (iguanodontian). Yang membuatnya sangat istimewa adalah keberadaan duri berongga pada kulitnya — struktur yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya dalam catatan fosil dinosaurus mana pun. Duri ini mirip seperti bentuk duri pada landak atau porcupine, tetapi terbentuk dari jaringan kulit sendiri (cutaneous spikes).
Temuan ini menjelaskan bahwa dinosaurus tidak hanya memiliki sisik, bulu, atau struktur sederhana lainnya, tetapi juga dapat menghasilkan bentuk perlindungan yang jauh lebih kompleks di kulitnya, yang bahkan dapat menyiratkan fungsi biologis tambahan seperti pertahanan atau regulasi suhu.
Menurut publikasi ilmiah yang memuat hasil studi ini, duri kulit tersebut berongga dan tumbuh dari jaringan kulit itu sendiri, bukan sebagai modifikasi tulang seperti pada banyak hewan lain. Hal ini menandai diversifikasi evolusi yang sebelumnya tidak diketahui dalam keluarga dinosaurus pemakan tumbuhan ini.
Preservasi Luar Biasa: Sel Tubuh yang Masih Terlihat
Salah satu hal yang paling mengejutkan para ilmuwan adalah tingkat preservasi fosil tersebut. Selain kerangka yang masih utuh, struktur sel kulit yang terawetkan pada tingkat mikroskopis pun bisa dikenali. Ini sangat jarang terjadi dalam fosil yang berusia puluhan juta tahun, karena jaringan lunak biasanya membusuk sebelum membatu.
Para peneliti menggunakan teknologi seperti pencitraan sinar-X dan analisis histologi resolusi tinggi untuk memeriksa fosil ini hingga ke tingkat sel. Detil tersebut memungkinkan mereka untuk mempelajari bentuk dan fungsi duri kulit dengan jauh lebih jelas dibandingkan fosil biasa yang hanya menunjukkan bekas luar saja.
Dengan kondisi preservasi semacam ini, fosil tersebut membantu mengisi celah besar dalam pemahaman tentang anatomi luar biasa yang mungkin dimiliki dinosaurus dalam masa hidupnya — sesuatu yang jarang terlihat dalam studi paleontologi.
Bagaimana Fosil Itu Menambah Wawasan Tentang Evolusi Dinosaurus?
Penemuan dari China ini mencatat bahwa dinosaurus pemakan tumbuhan (iguanodontia) — yang dikenal sejak abad ke-19 karena paruh yang khas dan kaki belakang yang kuat — memiliki variasi morfologi kulit yang jauh lebih luas dari yang diperkirakan sebelumnya. Struktur duri berongga ini menambah dimensi baru pada bagaimana para dinosaurus ini beradaptasi dengan lingkungan mereka di Kapur Awal.
Duri semacam ini mungkin tidak hanya berfungsi sebagai pertahanan diri dari predator, tetapi juga dapat berperan dalam mempertahankan suhu tubuh atau bahkan sebagai sinyal visual untuk komunikasi antar sesama spesies, meski fungsi pastinya belum sepenuhnya dipahami. Untuk memastikan hal ini, diperlukan lebih banyak temuan fosil lain dari spesies yang sama — terutama individu dewasa — karena fosil yang ditemukan saat ini berasal dari individu muda.
Fosil Ini dan Konteks Paleontologi China
China khususnya provinsi Liaoning dan Yixian dikenal memiliki salah satu lapisan paleontologi terbaik di dunia dari periode Kapur Awal, dengan banyak fosil unggul yang disimpan sedemikian rupa sehingga struktur halus seperti bulu, kulit, bahkan jaringan organ bisa terawetkan. Studi di wilayah ini sebelumnya juga telah menemukan berbagai jenis dinosaurus dengan fitur luar biasa, termasuk yang berbulu layaknya burung.
Beberapa fosil terkenal dari formasi Yixian termasuk Jeholosaurus dan Bolong, yang juga hidup sekitar 125 juta tahun lalu dan memberikan gambaran tentang keragaman dinosaurus herbivora masa itu.
Penelitian semacam ini ditujukan untuk memahami bagaimana dinosaurus hidup, tumbuh, dan berinteraksi dengan lingkungannya, serta bagaimana jaringan lunak dan struktur yang kini langka bisa muncul dalam catatan fosil secara tak terduga.
Apa Artinya Temuan Ini bagi Ilmu Pengetahuan?
Temuan fosil kegiatan revitalisasi sel kulit dan duri berongga menunjukkan bahwa evolusi dinosaurus mungkin lebih kompleks daripada yang selama ini diyakini. Variasi struktural semacam ini menambah wawasan tentang adaptasi evolusi yang tidak hanya terpaut pada ukuran tubuh dan bentuk tulang, tetapi juga pada elemen kulit dan jaringan lunak yang jarang dikenal oleh para ilmuwan hingga kini.
Penemuan semacam ini mendorong para paleontolog untuk terus mengeksplorasi lapisan fosil yang masih tersimpan di banyak wilayah di China dan belahan dunia lain — karena masih mungkin ditemukan ragam spesies purba yang luar biasa, menambah daftar makhluk yang pernah hidup di Bumi dengan karakter uniknya sendiri.
Kesimpulan
Fosil makhluk berusia sekitar 125 juta tahun yang ditemukan di China bukan sekadar bukti eksistensi makhluk purba yang telah lama lenyap. Temuan ini mengungkap duri berongga yang belum pernah terlihat sebelumnya, disertai struktur kulit yang terawetkan hingga tingkat sel, sehingga menambah dimensi baru pada pemahaman bagaimana dinosaurus hidup dan beradaptasi di masa lalu.
Penelitian lebih lanjut diharapkan akan memberi jawaban lebih dalam mengenai fungsi biologis struktur duri ini, interaksi makhluk ini dengan lingkungannya, dan bagaimana karakter unik tersebut muncul secara evolusioner.

