Polsek Mlandingan Laksanakan Patroli Dialogis Perkuat Harkamtibmas dan Cegah Kriminalitas 3C di Situbondo
Situbondo, Jatim — Upaya preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukum Polsek Mlandingan kembali ditingkatkan melalui kegiatan patroli dialogis yang dilaksanakan oleh personel kepolisian setempat. Kegiatan ini dilakukan pada Kamis (12/02/2026) pukul 10.15 WIB di Dusun Gudang, Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo sebagai respon atas dinamika perilaku sosial dan potensi gangguan keamanan yang dapat berdampak terhadap kenyamanan masyarakat.
Patroli dialogis yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Mlandingan AKP Subaidi bersama jajaran perwira dan anggota lainnya seperti Ps. Kanit Binmas Aiptu Usman Army, S.H. serta Bhabinkamtibmas Bripka Fitroh, menjadi salah satu langkah strategis dalam pendekatan humanis ke masyarakat. Pendekatan ini ditujukan untuk menjalin komunikasi langsung antara aparat Kepolisian dengan warga, sehingga tercipta hubungan yang bersinergi dalam menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif.
Patroli Dialogis sebagai Bentuk Pencegahan Kejahatan
Kegiatan patroli dialogis merupakan salah satu model preventif kepolisian yang tidak hanya fokus pada kehadiran fisik di lapangan, tetapi juga membangun ruang komunikasi terbuka dengan masyarakat. Dalam dialog ini, petugas memberikan berbagai himbauan Kamtibmas serta informasi terkait potensi ancaman keamanan. Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah kewaspadaan terhadap kriminalitas 3C — singkatan yang merujuk pada Curat (Pencurian dengan Pemberatan), Curas (Pencurian dengan Kekerasan), dan Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor).
Kriminalitas 3C menjadi perhatian serius aparat keamanan di banyak daerah karena sering kali berdampak langsung pada rasa aman dan kenyamanan warga. Dengan pendekatan dialogis, petugas tidak hanya memberikan pesan preventif, tetapi juga mendengarkan masukan masyarakat mengenai kondisi lingkungan dan potensi gangguan yang mungkin terjadi di sekitar tempat tinggal mereka. Pendekatan ini menunjukkan upaya polri bukan sekadar bertindak reaktif ketika kejadian berlangsung, tetapi lebih awal bertindak untuk mencegah terjadinya gangguan Harkamtibmas.
Pencegahan Melalui Keterlibatan Masyarakat
Saat melakukan patroli dialogis, personel Polsek Mlandingan menyampaikan pentingnya peran serta aktif masyarakat dalam melaporkan segala bentuk kegiatan mencurigakan atau gangguan keamanan kepada pihak Kepolisian. Penguatan fungsi pelaporan ini menjadi salah satu kunci dalam pencegahan tindak kejahatan 3C, karena informasi awal dari masyarakat sering kali menjadi dasar bagi pihak kepolisian untuk mengantisipasi dan melakukan langkah penanggulangan secara cepat dan terukur.
Selain itu, kehadiran polisi yang terlibat langsung berdialog dengan warga juga membantu memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat. Karena kontak langsung ini menciptakan rasa keterlibatan dan tanggung jawab kolektif dalam upaya menjaga kondisi keamanan lingkungan. Tidak jarang, warga menyampaikan pengalaman, aspirasi, atau keluhannya kepada petugas, sehingga pihak Polri dapat merespon dengan pendekatan yang tepat dan personal. Hal ini menciptakan rasa keterbukaan dan kepercayaan yang lebih tinggi di antara masyarakat dan aparat keamanan.
Peran Kepolisian dalam Memperkuat Harkamtibmas
Kapolsek Mlandingan, AKP Subaidi, menekankan bahwa kegiatan patroli dialogis merupakan langkah proaktif yang terus dilaksanakan secara berkala. Menurut Subaidi, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya dibutuhkan saat terjadi gangguan keamanan, tetapi sejak dini untuk menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan bebas dari ancaman kriminalitas.
“Melalui kegiatan patroli dialogis ini, kami ingin memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sebagai mitra kamtibmas,” tegas Kapolsek Mlandingan.
Kata “mitra” di sini menegaskan bahwa upaya keamanan tidak semata tanggung jawab aparat kepolisian saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama dengan masyarakat. Peran aktif warga dalam menyampaikan informasi, berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan, serta menerapkan kewaspadaan rutin dianggap sebagai kekuatan utama dalam upaya pencegahan.
Strategi Polri dalam Pencegahan 3C
Selain patroli dialogis, Polsek Mlandingan juga menerapkan strategi lain dalam upaya pencegahan tindak kejahatan 3C, seperti pemantauan area rawan, koordinasi dengan Bhabinkamtibmas di tiap desa, serta penyuluhan melalui media informasi sosial dan kampanye Kamtibmas di lingkungan pendidikan dan persekutuan warga. Pendekatan ini menjadi lebih efektif ketika komunikasi dua arah antara petugas dan masyarakat berjalan dengan baik.
Menurut kajian kepolisian dan berbagai laporan kegiatan serupa di daerah lain, pendekatan dialogis bukan hanya sekadar memberikan himbauan, tetapi juga membantu petugas mendapatkan informasi penting mengenai dinamika sosial masyarakat yang terkadang belum tampak secara luas. Informasi ini kemudian dipakai sebagai acuan dalam penentuan titik rawan yang perlu diawasi lebih ketat atau memerlukan intervensi spesifik untuk mencegah gangguan.
Partisipasi Aktif Warga dalam Pencegahan Kejahatan
Dalam kegiatan patroli dialogis, warga masyarakat diberikan pemahaman untuk waspada terhadap tanda-tanda potensi gangguan keamanan, seperti perilaku mencurigakan, adanya kendaraan tidak dikenal yang sering melintas, atau aktivitas sosial yang tidak biasa di area tertentu. Warga pun dihimbau untuk memanfaatkan layanan aduan resmi seperti call center kepolisian atau datang langsung ke pos polisi terdekat bila terjadi hal-hal yang membutuhkan penanganan cepat.
Partisipasi aktif warga ini tidak hanya sekadar melaporkan, tetapi juga ikut menjaga lingkungannya secara berkala, seperti membuat pos ronda, bergotong royong membersihkan lingkungan, serta saling mengingatkan satu sama lain. Semua upaya kolaboratif ini menumbuhkan rasa keamanan bersama yang berdampak pada menurunnya peluang kriminalitas.
Hasil dan Dampak Positif Patroli
Selama kegiatan patroli dialogis berlangsung di Dusun Gudang, Desa Mlandingan Kulon, situasi terpantau aman, lancar, dan terkendali. Tidak ada gangguan signifikan yang terjadi selama kegiatan penyuluhan dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa patroli dialogis yang dilakukan Polsek Mlandingan mampu memberikan dampak positif dalam menjaga kondisi wilayah tetap kondusif serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan.
Kehadiran polisi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat membawa manfaat ganda: tidak hanya meminimalkan risiko tindak kriminalitas, tetapi juga membangun komunikasi yang lebih kuat antara warga dan aparat. Kondisi ini mendukung terbentuknya rasa aman dan nyenyak di setiap sudut lingkungan, terutama di daerah yang rawan gangguan keamanan.
Kesimpulan
Kegiatan Patroli Dialogis Polsek Mlandingan merupakan implementasi nyata dari Komitmen Polri dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman serta kondusif di Situbondo. Dengan strategi yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat, komunikasi dua arah, serta kewaspadaan terpadu terhadap tindak kejahatan 3C, pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi model pencegahan kriminalitas di daerah lain.
Lebih dari sekedar hadir di lapangan, kegiatan patroli dialogis ini juga menjadi sarana edukasi, sosialisasi, dan penghimpun informasi strategis yang mampu membuat sistem keamanan masyarakat menjadi lebih kuat dan responsif terhadap perubahan dinamika sosial.

