Investigasi Awal Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta: “Senjata” yang Ditemukan Ternyata Mainan
Pada Jumat (8/11/2025) pagi, sejumlah publikasi merilis bahwa benda yang sempat disebut senjata di lokasi ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, ternyata bukan senjata sungguhan melainkan replika atau mainan. Pernyataan ini disampaikan pejabat tinggi setelah melakukan peninjauan di sekolah.
Kronologi Singkat Kejadian
Ledakan terjadi di area sekolah SMA 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Kamis malam menuju Jumat pagi. Peristiwa itu menyebabkan puluhan siswa dan lainnya mengalami luka-luka dan mendapat perawatan medis. Saat eksekusi peninjauan, ditemukan sebuah benda yang awalnya diduga senjata api di lokasi kejadian.
Deputi bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk F. Paulus mengatakan bahwa setelah dilakukan pengecekan, benda tersebut bukanlah senjata asli, melainkan “senjata mainan”. “Ada gambar itu (senjata), tapi ternyata senjata mainan. Senjata mainan, bukan senjata beneran,” ujar Lodewijk di depan sekolah.
Pernyataan Kepolisian
Sementara itu, Kepala Kepolisian RI Listyo Sigit Prabowo memperkuat keterangan tersebut dengan menyebut bahwa benda yang ditemukan memang berupa senjata mainan dan terdapat sejumlah tulisan di permukaannya yang akan didalami motifnya. “Kita temukan jenis senjatanya senjata mainan, ada tulisan-tulisan tertentu,” jelas beliau.
Lebih lanjut, Kapolri tidak merinci isi tulisan tersebut, namun menjelaskan bahwa pihaknya akan mendalami bagaimana pelaku memperoleh benda mainan itu, bagaimana proses perakitan atau penggunaan dan motif di balik ledakan tersebut.
Korban dan Pelaku Sementara
Kapolri menyebut bahwa jumlah korban ledakan mencapai sekitar 50–60 orang, dan sebagian besar telah mulai dipulangkan setelah mendapatkan perawatan. Dua di antaranya masih menjalani operasi.
Adapun mengenai pelaku, menurut Kapolri, terduga pelaku ledakan tersebut diduga berasal dari lingkungan sekolah yang sama, yakni SMA 72. “Informasi sementara masih dari lingkungan sekolah tersebut,” ucap Kapolri.
Tim Kepolisian telah mulai melakukan penyelidikan terhadap identitas terduga pelaku, latar belakangnya, kondisi rumah, serta faktor-lain di lingkungan sekitar yang mungkin berkaitan dengan peristiwa ini.
Catatan Penting & Implikasi
Pengungkapan bahwa benda yang ditemukan di TKP bukan senjata sungguhan melainkan senjata mainan memberi dua implikasi penting:
- Motif dan skenario — Fakta bahwa benda itu mainan mengubah analisis tentang bagaimana ledakan bisa terjadi, apakah semata keisengan, percobaan, atau motif lain yang lebih serius. Investigasi perlu menyoroti apakah benda mainan tersebut digunakan sebagai alat provokasi atau bagian dari skema yang lebih rumit.
- Tingkat kerawanan sekolah — Meski senjata sungguhan tidak ditemukan, kejadian ini menunjukkan bahwa sekolah masih memiliki risiko cukup besar terkait bahan peledak atau “mainan berbahaya” lainnya. Oleh karena itu, pengamanan internal dan sistem deteksi potensi bahaya di lingkungan sekolah perlu diperkuat — baik pengawasan siswa, prosedur keamanan, maupun pemahaman warga sekolah akan potensi risiko.
Kesimpulan
Peristiwa ledakan di SMA 72 Kelapa Gading telah memunculkan sorotan serius terhadap keamanan di lingkungan sekolah dan bagaimana benda-seperti senjata mainan bisa masuk maupun ditemukan di lokasi kejadian. Keterangan resmi dari Wamenko Polkam dan Kapolri menegaskan bahwa benda tersebut bukan senjata asli melainkan senjata mainan yang disisipi tulisan-tertulis tertentu dan tengah diinvestigasi motifnya.

