Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Sahroni: Aksi Teror Tak Baik bagi Demokrasi
Jakarta – Kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, menilai tindakan tersebut merupakan bentuk teror yang dapat merusak iklim demokrasi di Indonesia.
Sahroni menyatakan bahwa kekerasan terhadap aktivis atau kelompok masyarakat sipil tidak dapat dibenarkan dalam sistem demokrasi. Ia juga menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus mengusut kasus tersebut hingga tuntas agar tidak menimbulkan ketakutan di masyarakat.
Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM
Korban dalam insiden tersebut adalah Andrie Yunus, Wakil Koordinator organisasi KontraS. Ia diserang oleh orang tak dikenal yang menyiramkan cairan diduga air keras di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 23.30 WIB. Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar pada beberapa bagian tubuh, termasuk wajah, dada, dan tangan. Kondisinya sempat mengkhawatirkan karena luka yang dialaminya cukup serius.
Sahroni: Teror yang Merusak Demokrasi
Menanggapi peristiwa tersebut, Sahroni menilai tindakan kekerasan seperti ini tidak boleh dibiarkan terjadi di negara demokrasi.
Ia menyebut penyiraman air keras terhadap seorang aktivis sebagai bentuk teror yang dapat menciptakan rasa takut bagi masyarakat sipil yang menyuarakan kritik atau advokasi.
Menurut Sahroni, tindakan seperti ini sangat berbahaya terutama jika motifnya berkaitan dengan aktivitas korban sebagai aktivis.
“Teror seperti ini sangat tidak baik bagi iklim demokrasi kita,” ujar Sahroni.
Ia menambahkan bahwa dalam sistem demokrasi, perbedaan pendapat seharusnya diselesaikan melalui dialog, bukan kekerasan.
Desakan Agar Polisi Mengungkap Pelaku
Selain mengecam aksi tersebut, Sahroni juga mendesak aparat kepolisian untuk bergerak cepat mengungkap pelaku penyerangan.
Ia meminta agar penyelidikan tidak hanya berhenti pada pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap pihak yang berada di balik serangan tersebut.
Langkah ini dinilai penting agar masyarakat tidak berspekulasi mengenai motif penyerangan.
Beberapa anggota DPR lainnya juga menyuarakan hal serupa dan meminta polisi mengungkap pelaku serta motifnya secara transparan.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait kasus penyiraman air keras tersebut.
Beberapa langkah yang dilakukan penyidik antara lain:
- melakukan olah tempat kejadian perkara
- memeriksa sejumlah saksi
- mengumpulkan barang bukti
- memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian
Polisi juga menyatakan bahwa penanganan kasus ini mendapat perhatian khusus dari pimpinan Polri agar proses penyelidikan berjalan maksimal.
Dukungan dari Tokoh Publik
Selain Sahroni, sejumlah tokoh publik juga mengecam keras tindakan tersebut.
Mantan penyidik KPK Novel Baswedan menilai serangan terhadap aktivis KontraS sebagai tindakan yang sangat jahat dan berpotensi merupakan upaya pembunuhan. Ia juga meminta aparat mengungkap aktor intelektual di balik serangan tersebut.
Novel menegaskan bahwa kekerasan terhadap aktivis tidak boleh membuat para pembela hak asasi manusia takut dalam memperjuangkan keadilan.
Ancaman terhadap Kebebasan Sipil
Kasus ini kembali memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan para aktivis dan pembela hak asasi manusia di Indonesia.
Organisasi masyarakat sipil menilai serangan terhadap aktivis dapat menjadi ancaman serius terhadap kebebasan berekspresi dan kebebasan berpendapat.
Dalam negara demokrasi, keberadaan organisasi seperti KontraS memiliki peran penting sebagai pengawas kekuasaan dan pelindung korban pelanggaran HAM.
Karena itu, tindakan kekerasan terhadap aktivis dinilai tidak hanya sebagai tindak kriminal, tetapi juga sebagai ancaman terhadap nilai-nilai demokrasi.
Harapan Agar Kasus Diungkap Tuntas
Banyak pihak berharap aparat kepolisian dapat mengungkap pelaku dan motif penyerangan dengan cepat dan transparan.
Pengungkapan kasus ini dinilai penting untuk memastikan bahwa hukum dapat ditegakkan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Jika pelaku tidak segera ditemukan, dikhawatirkan tindakan serupa dapat kembali terjadi dan menimbulkan ketakutan di kalangan aktivis maupun masyarakat sipil.
Sementara itu, kondisi korban masih dalam proses pemulihan dan mendapat perhatian dari berbagai kalangan.

