Perang

Luhut Puji Strategi Perang Iran Lawan AS–Israel: Teknologi Murah Tapi Mematikan

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menyoroti strategi militer Iran dalam menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan Israel. Menurutnya, Iran menunjukkan kecerdikan luar biasa dalam memanfaatkan teknologi militer modern dengan biaya relatif murah namun berdampak besar di medan perang.

Pernyataan tersebut disampaikan Luhut saat memberikan kuliah umum di Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, Jawa Barat, di hadapan puluhan ribu mahasiswa dan tenaga pendidik. Dalam kesempatan itu, ia membahas dinamika konflik global yang semakin memanas, khususnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Drone Murah Iran Jadi Senjata Strategis

Menurut Luhut, salah satu keunggulan strategi Iran adalah penggunaan drone berbiaya rendah yang memiliki kemampuan serangan presisi tinggi. Drone tersebut bahkan mampu terbang hingga sekitar 2.000 kilometer dan menyerang target secara akurat.

Strategi ini menunjukkan bahwa kekuatan militer tidak selalu ditentukan oleh biaya besar, melainkan oleh kecerdikan dalam memanfaatkan teknologi. Dengan biaya produksi yang relatif murah, Iran mampu menciptakan tekanan besar bagi lawan-lawannya.

Teknologi drone tersebut bahkan dinilai menyulitkan Amerika Serikat dan sekutunya, karena untuk menghentikan serangan tersebut mereka harus menghancurkan pusat produksi drone serta sistem pertahanan udara Iran.

Konflik Global Meningkatkan Ketidakpastian Dunia

Dalam pemaparannya, Luhut juga menyinggung meningkatnya ketidakpastian global akibat berbagai konflik geopolitik yang terjadi secara bersamaan.

Mulai dari perang antara Rusia dan Ukraina, ketegangan Amerika Serikat dengan Venezuela, hingga konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, semuanya memberi dampak besar terhadap stabilitas ekonomi dunia.

Menurutnya, situasi ini membuat dunia menghadapi tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi dalam sejarah modern.

Iran Disebut Bangsa yang Tak Pernah Dijajah

Luhut juga menyinggung aspek sejarah dan identitas bangsa Iran. Ia menyebut Iran sebagai bangsa Arya yang memiliki sejarah panjang dan tidak pernah dijajah secara langsung oleh kekuatan asing.

Hal ini, menurutnya, membentuk karakter bangsa yang kuat dan mandiri, termasuk dalam mengembangkan teknologi militernya sendiri.


Kesimpulan

Strategi militer Iran menunjukkan bahwa kekuatan teknologi tidak selalu harus mahal untuk menjadi efektif. Dengan memanfaatkan drone murah berjangkauan jauh dan presisi tinggi, Iran mampu menciptakan tekanan signifikan terhadap kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan Israel.

Pandangan Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa konflik modern kini lebih banyak ditentukan oleh inovasi teknologi dan strategi cerdas dibandingkan sekadar kekuatan militer konvensional. Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, perkembangan teknologi militer seperti ini akan terus memainkan peran penting dalam menentukan arah konflik dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *