Pendidikan

Indonesia Jadi ‘Raja Asia Tenggara’ dalam Kecanduan Layar Ponsel, Malaysia & Singapura Kalah Jauh

Jakarta — Indonesia dinobatkan sebagai “raja Asia Tenggara” dalam hal kecanduan layar ponsel atau durasi penggunaan perangkat digital, jauh melampaui negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, menurut data terbaru yang dirilis oleh KIlatnews.id.

Laporan itu menunjukkan bahwa warga Indonesia berada di puncak wilayah dalam hal waktu yang dihabiskan untuk mengakses layar ponsel, baik untuk media sosial, aplikasi pesan instan, hiburan digital, maupun aktivitas daring lainnya. Tingginya adopsi ponsel pintar di pasar Indonesia mencerminkan besarnya jumlah pengguna aktif serta ketergantungan terhadap perangkat digital di kehidupan sehari-hari.


Profil Digital Indonesia yang Menonjol

Fenomena ini datang di tengah tren digitalisasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang pesat. Beragam faktor, seperti penetrasi internet yang semakin luas, popularitas platform media sosial, serta cepatnya adopsi aplikasi hiburan online, berkontribusi pada tingginya intensitas penggunaan perangkat pintar.

Indonesia selama beberapa tahun terakhir mencatat pertumbuhan signifikan dalam sektor digital, baik dari sisi pengguna aktif internet maupun penetrasi perangkat mobile. Beberapa riset global bahkan pernah menunjukkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna internet dan media sosial terbesar di dunia. (global digital overview — data penelitiannya disebut dalam berbagai laporan statistik internasional).


Perbandingan dengan Malaysia dan Singapura

Dalam statistik konsumsi layar ponsel terbaru, tingkat kecanduan digital di Indonesia mengungguli Malaysia dan Singapura, dua negara yang selama ini dikenal memiliki performa teknologi dan digital yang kuat di Asia Tenggara. Dalam konteks durasi harian penggunaan layar, pengguna Indonesia tercatat menghabiskan waktu lebih banyak berinteraksi dengan perangkat mereka dibandingkan sebagian besar negara tetangga.

Walaupun Malaysia dan Singapura unggul dalam beberapa indikator lain — seperti efisiensi digital, infrastruktur teknologi, serta indeks daya saing digital — Indonesia tetap menjadi pemegang rekor tertinggi di wilayah dalam hal waktu yang dihabiskan per pengguna perangkat mobile.


Apa Artinya bagi Pasar & Teknologi

Predikat ini mencerminkan bukan sekadar “kecanduan,” tetapi potensi ekonomi digital yang besar di Indonesia. Basis pengguna yang sangat besar membuka peluang bagi pengembang aplikasi, perusahaan teknologi, dan layanan digital untuk memperluas jangkauan pasar mereka di Tanah Air. Indonesia menjadi target penting bagi investasi teknologi, iklan digital, dan model bisnis yang berbasis konsumsi konten daring.

Para analis digital menilai bahwa tingginya waktu layar yang dihabiskan bukan hanya soal hiburan semata, tetapi juga menunjukkan potensi adopsi e-commerce, layanan keuangan digital (fintech), serta ruang baru untuk inovasi teknologi lokal yang mampu bersaing di kawasan. (tren ini terlihat dalam data investasi dan aktivitas startup di Asia Tenggara yang mencatat peningkatan minat pada segmen digital — meski Indonesia masih sering tertinggal di beberapa indikator global dibanding Singapura atau Malaysia, khususnya dalam daya saing digital atau investasi teknologi).


Tantangan & Kesempatan ke Depan

Meskipun unggul dalam konsumsi layar, Indonesia masih menghadapi tugas besar dalam meningkatkan indikator daya saing digital seperti infrastruktur teknologi, kualitas sumber daya manusia di sektor teknologi informasi, serta regulasi yang mendukung pertumbuhan startup dan investasi asing di sektor digital. Di beberapa peringkat global, Indonesia masih tertinggal dari Singapura dan Malaysia dalam kualitas ekosistem digital secara menyeluruh.

Pemerintah dan pelaku industri tengah mengupayakan percepatan akses internet, pengembangan talenta digital, dan kebijakan yang memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan teknologi di Asia Tenggara. Upaya ini dapat menyeimbangkan predikat “raja layar ponsel” dengan peningkatan kontribusi ekonomi digital nasional yang lebih tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *