Operasi Pencarian Korban Longsor Cilacap Dilanjutkan Hari Ini Usai Hujan Deras
Pada Kamis malam (13 November 2025) sekitar pukul 20.00 WIB di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari memicu tanah longsor hebat yang menerjang permukiman warga di dua dusun yaitu Tarukahan dan Cibuyut.
Material tanah dan batu menghantam rumah-rumah dan menimbun puluhan jiwa, menjadikan bencana ini sebagai salah satu yang paling mengkhawatirkan di kawasan lereng perbukitan tersebut.
Menurut data awal dari BPBD dan tim SAR, terdapat sekitar 46 jiwa dari 17 keluarga terdampak; dari jumlah tersebut 23 orang berhasil selamat, tiga orang telah ditemukan meninggal, dan sekitar 20 warga masih dalam pencarian.
Saksi di lokasi menceritakan bahwa sebelum runtuhnya tanah, sudah muncul retakan di permukaan dan jalan mengalami amblas di kawasan perbatasan dua dusun. Hal ini membuktikan bahwa kondisi tanah jenuh air dan lereng yang tidak stabil menjadi penyebab utama bencana.
Upaya SAR dan Tantangan Medan
Sejak pagi hari, tim gabungan dari BASARNAS Cilacap, BPBD, TNI-Polri, relawan serta masyarakat setempat telah dikerahkan untuk melakukan pencarian korban di lokasi bencana.
Tim dibagi ke dalam beberapa worksite guna mempercepat penelusuran titik-titik tertimbun. Medan yang cukup terjal dengan sisa material longsor dan badan tanah yang masih bergerak menjadi tantangan utama.
Pada hari kedua operasi, tim berhasil mengevakuasi jenazah seorang perempuan korban bernama Wahyuni (usia sekitar 50 tahun) dari kedalaman material di worksite yang ditentukan.
Namun demikian, hujan yang kembali turun dan kondisi tanah yang dinilai membahayakan memaksa tim untuk menghentikan sementara pencarian pada sore hari. Kepala BASARNAS mencatat pengamanan personel menjadi prioritas karena risiko longsor susulan masih tinggi.
Operasi akan dilanjutkan kembali pagi ini (Sabtu, 15 November) dengan jadwal mulai sekitar pukul 07.00 WIB, setelah evaluasi kondisi dan persiapan ulang dilakukan.
Alat-berat seperti ekskavator telah dikerahkan untuk membantu pengangkatan material, namun penggunaannya sangat terbatas karena kedalaman longsoran yang mencapai 10-30 meter dan kondisi lereng yang curam.
Dampak & Langkah Penanganan ke Depan
Bencana ini tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga menghancurkan rumah-rumah warga dan menciptakan kondisi pengungsian. Di Desa Cibeunying, sejumlah rumah telah roboh atau terancam runtuh, sementara warga yang selamat kini sementara menempati posko pengungsian dan rumah kerabat.
Sebagai langkah darurat, pemerintah daerah bersama lembaga penanggulangan bencana telah menyalurkan bantuan logistik seperti air bersih, makanan, selimut, dan obat-obatan ke lokasi.
Lebih jauh, kepala BNPB menyampaikan bahwa relokasi warga dari zona rawan akan menjadi langkah strategis ke depan. Sebab, wilayah tersebut berada di zona lereng yang sangat rentan terhadap pergeseran tanah apabila hujan terus mengguyur.
Masyarakat diimbau agar tetap waspada, menjauhi area yang masih rawan gerakan tanah, dan segera melapor jika terdapat retakan atau air yang menggenang di lereng sebagai tanda peringatan penting.
Kesimpulan:
Operasi pencarian korban di Majenang, Cilacap saat ini menjadi prioritas setelah hujan deras memicu longsor yang menelan korban jiwa dan mengakibatkan puluhan warga hilang. Meski cuaca menjadi kendala, tim SAR gabungan terus bekerja keras demi menyelamatkan para korban yang masih tertimbun. Langkah darurat dan mitigasi jangka panjang seperti relokasi dinilai akan sangat krusial untuk menjaga keselamatan warga di masa depan.

