Bencana Alam

Jakarta Dilanda Banjir: 57 RT & 39 Ruas Jalan Tergenang Air, BPBD Kerja Maksimal

Jakarta — Intensitas curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Jakarta sejak pagi hingga sore hari ini menyebabkan banjir semakin meluas. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat terdapat 57 Rukun Tetangga (RT) dan 39 ruas jalan yang terendam air pada Senin sore per pukul 17.00 WIB. Tingginya muka air di beberapa titik bahkan mencapai sampai 100 centimeter, sehingga berdampak signifikan terhadap aktivitas warga dan arus lalu lintas.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohammad Yohan, menyampaikan bahwa penyebab utama dari meluapnya genangan ini adalah gabungan dari curah hujan yang tinggi serta meluapnya sungai-sungai besar seperti Kali Krukut dan Kali Ciliwung yang melintas di sejumlah wilayah ibu kota. Ia menegaskan pihaknya terus memantau situasi serta menyiagakan sumber daya untuk mempercepat proses penanganan genangan di berbagai lokasi terdampak.


Distribusi Titik Banjir

BPBD DKI Jakarta merinci bahwa banjir tersebar di empat wilayah besar kota: Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Berikut penjelasan lebih rinci berdasarkan laporan pencatatan genangan:

Jakarta Barat

Di kawasan ini terdapat 12 RT yang tergenang. Beberapa wilayah terdampak meliputi:

  • Kelurahan Kedaung Kali Angke: 3 RT, ketinggian air sekitar 70 cm.
  • Kelurahan Rawa Buaya: 3 RT, ketinggian mencapai 50 cm.
  • Kelurahan Kamal: 4 RT, genangan sekitar 40 cm.
  • Kelurahan Tegal Alur: 2 RT, air mencapai 75 cm.

Semua lokasi masih dalam proses penanganan petugas lapangan.

Jakarta Selatan

Wilayah ini menjadi salah satu yang paling parah terdampak, dengan total 20 RT yang mengalami banjir. Titik-titik tersebut antara lain:

  • Cilandak Barat (1 RT), air sekitar 40 cm.
  • Pondok Labu (2 RT), genangan menembus 80 cm.
  • Pela Mampang (9 RT), rata-rata tinggi air 50 cm.
  • Cilandak Timur (3 RT), air mencapai 95 cm.
  • Pejaten Timur (1 RT), titik tertinggi mencapai 100 cm.

Luapan Kali Krukut menjadi penyebab utama di banyak titik di Jakarta Selatan ini.

Jakarta Timur

Sebanyak 18 RT tergenang air di wilayah Jakarta Timur, termasuk lokasi-lokasi seperti:

  • Bidaran Cina (5 RT), air berkisar antara 80–85 cm.
  • Kampung Melayu (4 RT), ketinggian genangan hingga 100 cm.
  • Cawang (5 RT), air mencapai 80 cm.

Daerah ini turut terdampak karena luapan air dari Kali Ciliwung selain curah hujan yang tinggi.

Jakarta Utara

Hanya 2 RT terdampak di wilayah Jakarta Utara, yaitu Tanjung Priok, dengan genangan air sekitar 35 cm. Meskipun volume titik terdampak lebih kecil, kondisi ini tetap mengganggu mobilitas warga setempat.


Ruas Jalan yang Tergenang

Selain pemukiman, 39 ruas jalan protokol dan lokal turut mengalami genangan. Beberapa lokasi yang dilaporkan antara lain:

  1. Jl. Delta (Kelurahan Serdang)
  2. Jl. Anggrek (Rawa Badak Utara)
  3. Jl. Rorotan 10 (Rorotan)
  4. Jl. Pegangsaan Dua
  5. Jl. Walang Baru VII A (Tugu Utara)

Genangan di ruas jalan ini memicu kemacetan di sejumlah titik, terutama saat jam pulang kerja dan sore hari. Imbasnya, kendaraan bergerak lambat karena tinggi air di permukaan jalan.


Upaya Penanganan dan Imbauan Warga

Merespon kondisi ini, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel gabungan bersama tim dari Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Tim tersebut bertugas memantau genangan, mengoperasikan pompa penyedot air, serta memastikan drainase dan saluran air bekerja optimal untuk mempercepat surutnya banjir.

Pihak berwenang juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat melintas di titik genangan. Warga diimbau untuk menghindari area banjir jika memungkinkan dan selalu memperhatikan informasi terbaru dari petugas di lapangan. Dalam situasi darurat, layanan panggilan nomor 112 siap dihubungi 24 jam tanpa biaya.


Dampak Sosial dan Mobilitas

Banjir yang terjadi hari ini tidak hanya menggenangi permukiman, tetapi juga memengaruhi aktivitas masyarakat. Kendaraan roda dua dan empat yang melintas di ruas jalan yang terendam sering harus memperlambat perjalanan atau mencari jalur alternatif, sehingga waktu tempuh menjadi lebih lama dari biasanya. Dampak ini menambah tantangan bagi warga yang harus kembali ke rumah setelah bekerja.


Kesimpulan:
Fenomena banjir yang melanda Jakarta hari ini memperlihatkan perluasan area genangan menjadi semakin signifikan, dengan puluhan RT dan ruas jalan terdampak. Meski upaya penanggulangan terus dilakukan, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca dan situasi banjir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *