Bencana Alam

Banjir di Jakarta Meningkat, 132 RT Terendam – Ketinggian Air Sampai 1,5 Meter

Jakarta, 23 Januari 2026 – Banjir yang melanda wilayah DKI Jakarta pada Kamis malam, 22 Januari 2026, terus meluas dengan jumlah titik genangan meningkat drastis. Data resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga pukul 20.00 WIB, sebanyak 132 Rukun Tetangga (RT) di berbagai wilayah Jakarta terendam air banjir. Ketinggian air di beberapa titik bahkan mencapai 1,5 meter, menurut pernyataan BPBD.

Banjir ini merupakan dampak dari curah hujan tinggi yang melanda Jakarta sepanjang hari serta luapan beberapa sungai dan kali besar, termasuk Kali Angke dan Kali Krukut. Kondisi tersebut memperparah akumulasi air di permukiman warga serta ruas jalan utama di ibu kota.


Penyebab Utama dan Dampak Banjir

Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, curah hujan yang sangat tinggi sejak siang hari berkontribusi besar terhadap meluapnya badan sungai di sejumlah kawasan. Luapan air sungai tersebut kemudian menyebar ke permukiman warga yang berada di wilayah rendah sehingga terjadi genangan sangat signifikan. Selain itu, beberapa sistem drainase di titik tertentu belum mampu menahan volume air yang besar.

Kondisi ini berdampak langsung terhadap mobilitas warga, akses transportasi umum dan kendaraan pribadi terganggu, terutama di wilayah yang genangan airnya sudah lebih dari setengah badan orang dewasa. Di sejumlah daerah, warga terpaksa menggunakan perahu kecil atau berjalan melalui genangan air tinggi untuk keluar dari rumah mereka.


Sebaran Wilayah Terendam Banjir

BPBD DKI Jakarta telah merangkum sebaran genangan berdasarkan data rinci di lima kota administrasi Jakarta sebagai berikut:

1. Jakarta Barat – 31 RT Tergenang

Wilayah Kelurahan Rawa Buaya mencatat genangan terparah, dengan ketinggian air mencapai 150 cm di beberapa titik. RT lain di daerah seperti Duri Kosambi, Kapuk, dan Kedaung Kali Angke juga terdampak dengan ketinggian air berkisar antara 40–80 cm.

2. Jakarta Pusat – 27 RT Tergenang

Seluruhnya tercatat di Kelurahan Karet Tengsin dengan ketinggian air antara 30–70 cm.

3. Jakarta Selatan – 46 RT Tergenang

Wilayah Petogogan menjadi salah satu titik terdampak terbesar, sementara di Pela Mampang ketinggian air sempat mencapai sekitar 90 cm.

4. Jakarta Timur – 26 RT Tergenang

Genangan tersebar di beberapa kelurahan termasuk Kampung Melayu, Bidara Cina, Rawa Terate, dan Cipinang Melayu, dengan ketinggian air antara 30–90 cm.

5. Jakarta Utara – 2 RT Tergenang

Dua RT di Kapuk Muara terendam dengan ketinggian air sekitar 40 cm.


Ruas Jalan Sepanjang 22 Titik Ikut Tergenang

Selain permukiman, BPBD melaporkan 22 ruas jalan utama di seluruh Jakarta turut terendam banjir, yang menyebabkan gangguan arus lalu lintas di beberapa titik kota. Ketinggian air di jalan-jalan ini umumnya lebih rendah daripada permukiman, namun tetap menghambat pergerakan kendaraan dan aktivitas sosial ekonomi warga.


Upaya Penanggulangan dan Koordinasi Tanggap Darurat

Pihak BPBD DKI Jakarta bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan kondisi genangan secara real-time. Tim lapangan dikerahkan untuk memantau titik banjir, membantu evakuasi warga yang membutuhkan, serta mengarahkan alur air ke sistem drainase dan saluran pembuangan. Meski demikian, upaya ini terbentur oleh intensitas curah hujan tinggi yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda pada area yang paling parah terdampak.

BPBD juga telah menyiapkan sumber daya logistik darurat dan memaksimalkan koordinasi dengan pemerintah kota serta instansi penanggulangan bencana untuk mempercepat tanggap darurat di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *