Kesehatan

Kukusan Jadi Tren Sarapan Sehat, Alternatif Nikmat Pengganti Gorengan

Jakarta — Tren pola makan sehat kini semakin berkembang di kalangan masyarakat urban Indonesia. Setelah sempat digemparkan dengan fenomena infused water dan overnight oats, kini giliran makanan kukus yang mencuri perhatian publik sebagai pilihan sarapan sehat. Beragam menu seperti siomay, lontong, tahu isi kukus, hingga bolu kukus kembali naik daun karena dianggap lebih ringan, rendah lemak, dan tetap mengenyangkan.

Gaya Hidup Sehat Mulai dari Pagi

Kesadaran masyarakat akan pentingnya mengawali hari dengan asupan bergizi semakin meningkat. Banyak orang mulai meninggalkan kebiasaan sarapan dengan gorengan yang tinggi lemak jenuh. Sebagai gantinya, mereka memilih makanan yang dimasak dengan cara dikukus, karena lebih menyehatkan dan tidak membutuhkan minyak sama sekali.

Menurut Ahli Gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dr. Nindya Rachma, cara memasak berpengaruh besar terhadap kandungan nutrisi makanan.

“Mengukus membuat zat gizi, terutama vitamin dan mineral yang mudah rusak, tetap terjaga. Selain itu, tidak ada tambahan kalori dari minyak, sehingga cocok bagi yang sedang menjaga berat badan atau kadar kolesterol,” jelasnya.

Dengan mengukus, proses pemanasan lebih lembut dibandingkan menggoreng atau memanggang. Makanan tetap lembut, tidak gosong, dan kandungan gizinya lebih stabil.


Makanan Kukus Bukan Cuma Lontong dan Siomay

Selama ini, makanan kukus identik dengan menu tradisional seperti lontong atau siomay. Namun kini, variasinya jauh lebih luas. Banyak kafe dan resto sehat di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya mulai menawarkan menu modern steamed food yang menggoda selera.

Beberapa pilihan populer yang kini banyak dijumpai:

  • Omelet putih telur kukus dengan sayuran – kaya protein tanpa minyak.
  • Dimsum ayam jamur kukus – lezat dan rendah kalori.
  • Puding chia kukus – versi baru dessert sehat.
  • Nasi jagung kukus dengan topping tempe orek dan sambal matah – memadukan konsep lokal dan modern.

Para penggemar makanan sehat juga mulai bereksperimen dengan bento kukus, yaitu bekal makan siang ala Jepang yang semua komponennya dimasak dengan kukusan. Bentuknya menarik, rasanya ringan, tapi tetap mengenyangkan.


Dari Dapur Rumah ke Media Sosial

Fenomena makanan kukus juga ramai di media sosial, terutama TikTok dan Instagram. Tagar seperti #sarapansehat, #menukukus, dan #steamfood banyak digunakan oleh kreator konten yang menampilkan resep sederhana dan hasil masakan yang menggugah selera.

Misalnya, video pembuatan “tahu isi kukus isi sayur pedas” yang viral di TikTok mendapat jutaan penayangan. Selain tampil lezat, resepnya juga mudah dibuat di rumah tanpa alat mahal. Cukup menggunakan panci kukus sederhana, semua orang bisa membuat makanan sehat sendiri.

Menurut pengamat kuliner sehat, Chef Wulan Adiputri, tren ini menunjukkan perubahan pola konsumsi masyarakat.

“Orang sekarang tidak hanya mencari rasa, tapi juga efek jangka panjang bagi tubuh. Kukusan jadi pilihan ideal — simple, higienis, dan tetap lezat,” ujarnya.


Alasan Mengapa Kukusan Disukai

Ada beberapa alasan kuat mengapa metode kukus makin digemari:

  1. Lebih Rendah Lemak dan Kalori
    Karena tanpa minyak, makanan kukus cocok bagi penderita kolesterol, hipertensi, atau mereka yang sedang diet.
  2. Tekstur Lembut dan Mudah Dicerna
    Makanan kukus tidak keras dan lebih ramah untuk lambung, cocok untuk anak-anak dan lansia.
  3. Tidak Menghasilkan Zat Berbahaya
    Saat menggoreng, minyak panas dapat menghasilkan radikal bebas. Pada kukusan, risiko ini tidak ada.
  4. Rasa Alami Lebih Terjaga
    Proses kukus tidak menutupi cita rasa bahan utama, sehingga bumbu alami lebih terasa.

Kreasi Menu Kukus untuk Sarapan Sehari-hari

Bagi yang bosan dengan gorengan atau roti, berikut beberapa inspirasi sarapan kukus yang praktis:

  • Pepes tahu isi bayam dan jagung manis.
    Tinggi protein dan serat, cocok untuk diet.
  • Omelet kukus isi brokoli dan wortel.
    Menyediakan vitamin A, C, dan zat besi dalam satu porsi.
  • Ketan kukus topping kelapa dan madu.
    Kombinasi karbohidrat kompleks dan lemak sehat.
  • Kentang kukus dengan saus yogurt lemon.
    Pengganti sarapan berat tapi tetap mengenyangkan.

Menu-menu ini bisa disiapkan di malam hari dan dikukus pagi sebelum berangkat kerja. Cepat, sehat, dan tidak berminyak.


Pandangan Ahli Gizi: Kukus Lebih Baik daripada Goreng

dr. Nindya juga menekankan, mengganti gorengan dengan makanan kukus secara rutin dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan obesitas.

“Kalori dari gorengan bisa mencapai dua kali lipat makanan kukus dengan bahan sama. Misalnya, tahu goreng dan tahu kukus — perbedaannya bisa 100–150 kalori per potong,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa memasak dengan kukus juga mendukung gaya hidup clean eating, di mana makanan diproses seminimal mungkin dan tidak mengandung bahan tambahan berlebih.


Industri Kuliner Ikut Menyesuaikan

Tidak hanya masyarakat, pelaku industri kuliner juga membaca peluang ini. Banyak brand makanan sehat lokal mulai memproduksi frozen food kukus siap saji, seperti dimsum, lontong sayur kukus, hingga nasi merah kukus. Produk ini banyak dijual di marketplace dan minimarket modern.

Selain itu, sejumlah restoran cepat saji di Jakarta bahkan mulai menambahkan menu steamed dalam daftar sarapan mereka. Langkah ini dianggap sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan konsumen akan makanan yang lebih ringan dan menyehatkan.


Kukus sebagai Simbol Pola Hidup Baru

Fenomena “kukusan” ini mencerminkan perubahan paradigma dalam konsumsi masyarakat Indonesia. Jika dulu makanan sehat dianggap mahal dan tidak praktis, kini justru sebaliknya: kukus jadi simbol gaya hidup simple, bersih, dan mindful.

Dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan, terutama pascapandemi, masyarakat semakin berhati-hati dalam memilih asupan. Kukusan hadir bukan sekadar tren sesaat, melainkan pilihan logis bagi mereka yang ingin hidup lebih panjang dan bugar tanpa harus mengorbankan kenikmatan rasa.


Kesimpulan

Tren kukusan bukan hanya soal makanan, tapi juga cerminan pola pikir baru. Dari rumah tangga hingga industri kuliner, semua kini mengarah pada prinsip “lebih sehat, lebih alami, dan lebih sadar gizi.”
Dengan kreativitas dan kemudahan alat masak modern, siapa pun bisa menikmati sarapan kukus lezat tanpa harus mengandalkan gorengan setiap hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *