Menguatkan Ekonomi Daerah: Mari Elka Pangestu Soroti Dua Sektor Utama Penggerak Perekonomian Lokal
JAKARTA — Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, menyoroti dua sektor ekonomi yang memiliki peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah. Dalam pernyataannya, Mari Elka menekankan bahwa memperkuat sektor-sektor ini dapat membantu meningkatkan daya saing daerah sekaligus mengurangi kesenjangan ekonomi antar wilayah.
Pendekatan yang lebih strategis untuk penggerak ekonomi lokal menjadi kunci dalam menghadapi tekanan global saat ini. Menurut Mari Elka, meskipun Indonesia memiliki potensi besar di berbagai sektor, pengembangan dua sektor unggulan ini harus diprioritaskan karena efektivitasnya dalam menciptakan lapangan kerja dan memperluas basis produktivitas warga.
1. Sektor UMKM – Fondasi Ekonomi Daerah
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi sorotan utama dalam pernyataan Mari Elka Pangestu. Ia menyebut UMKM sebagai motor penggerak utama ekonomi lokal karena karakteristiknya yang sangat dekat dengan berbagai lapisan masyarakat.
Kontribusi UMKM terhadap Ekonomi Nasional
UMKM telah lama menjadi penyumbang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Data-data resmi menunjukkan bahwa UMKM menyerap mayoritas tenaga kerja nasional dan menjadi sumber penghasilan utama di banyak komunitas. Dengan jumlah unit usaha yang tersebar hingga ke pelosok desa, UMKM bukan hanya sekadar penggerak ekonomi mikro — tetapi juga medium penting dalam pemerataan ekonomi.
Secara strategis, UMKM memiliki potensi tinggi untuk mendorong konsumsi lokal serta memperkuat struktur produksi berbasis komunitas. Ketika UMKM berkembang, pendapatan masyarakat meningkat, daya beli naik, dan stabilitas ekonomi daerah pun bertambah kuat.
Tantangan yang Dihadapi UMKM
Meskipun potensinya besar, UMKM menghadapi beragam tantangan struktural, seperti akses permodalan yang terbatas, kemampuan digital yang belum merata, serta kurangnya integrasi ke rantai nilai yang lebih luas. Untuk itu, menurut Mari Elka, perlu adanya dukungan kebijakan yang konkret, seperti:
- Fasilitasi modal melalui kredit mikro dan subsidi bunga.
- Program edukasi bisnis dan pelatihan digital marketing.
- Penguatan akses pasar, termasuk kolaborasi dengan platform e-commerce.
Pendekatan ini dipandang mampu mengakselerasi pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan sekaligus membawa dampak positif bagi ekonomi daerah.
2. Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif – Kunci Pertumbuhan Berkelanjutan
Selain UMKM, Mari Elka Pangestu juga memberi perhatian khusus pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai penggerak utama ekonomi lokal. Menurutnya, kedua sektor ini memiliki karakter yang kuat dalam menarik investasi, memperluas peluang kerja, serta mempromosikan keunikan budaya daerah ke pasar global.
Menggali Potensi Ekonomi Lokal Melalui Pariwisata
Pariwisata merupakan sektor yang sangat strategis bagi pertumbuhan ekonomi daerah karena:
- Menambah peluang kerja non-tradisional, seperti pemandu wisata, homestay, UMKM kerajinan lokal, dan jasa transportasi.
- Memicu multiplier effect — setiap wisatawan yang datang berkontribusi terhadap konsumsi barang dan jasa lokal.
- Menjadi magnet investasi — destinasi yang berkembang menarik investor baik domestik maupun asing.
Berbagai daerah di Indonesia telah membuktikan potensi ini. Misalnya, Bali yang tumbuh menjadi destinasi global, atau sejumlah daerah lain seperti Yogyakarta dan Lombok yang terus meningkatkan kunjungan turis melalui inovasi produk pariwisata budaya dan alam.
Peran Ekonomi Kreatif dalam Pertumbuhan Daerah
Sektor ekonomi kreatif termasuk seni, budaya, film, musik, kerajinan lokal, kuliner khas daerah, dan produk digital kreatif. Sektor ini menjadi jembatan antara budaya lokal dan ekonomi modern. Keunggulan ekonomi kreatif antara lain:
- Menambah nilai tambah produk lokal – kerajinan tangan atau karya seni dapat memiliki pasar ekspor.
- Memperluas jangkauan penciptaan pendapatan – kreator lokal memiliki peluang monetisasi langsung atas kreativitasnya.
- Merangkul generasi muda – kreativitas menjadi ruang kerja alternatif yang menarik bagi tenaga kerja muda.
Di banyak kota kecil, komunitas kreatif memanfaatkan kearifan lokal untuk menciptakan produk bernilai tinggi yang tetap berakar pada budaya. Misalnya, pengembangan batik khas daerah, audio visual tradisional, atau aplikasi digital yang mempromosikan tradisi lokal ke level internasional.
Penguatan Kebijakan untuk Mendorong UMKM dan Sektor Kreatif
Pernyataan Mari Elka Pangestu menekankan bahwa pemerintah dan pemangku kepentingan harus menyusun kebijakan yang mampu memberi ruang tumbuh yang lebih besar bagi UMKM serta sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain:
- Insentif fiskal dan pembiayaan yang terarah: Pemerintah perlu memberikan insentif berupa tax holiday, pembiayaan rendah bunga, serta skema kredit yang mudah diakses oleh pelaku usaha kecil.
- Program pelatihan dan literasi digital: Seiring transformasi digital, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif perlu dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi untuk pemasaran online dan pengelolaan usaha modern.
- Kolaborasi lintas sektor: Bekerjasama dengan perguruan tinggi, sektor swasta, dan asosiasi usaha untuk mendorong inovasi dalam produk UMKM serta promosi pariwisata. Misalnya program inkubator kreatif atau festival budaya daerah.
- Penguatan infrastruktur lokal: Perbaikan akses transportasi dan konektivitas digital menjadi fondasi penting agar pelaku usaha lokal dapat menjangkau pasar lebih luas.
- Branding daerah yang konsisten: Menciptakan citra kuat bagi daerah, seperti “Destinasi Kreatif Indonesia” atau “Sentra UMKM Berkualitas” yang bisa menarik wisatawan serta pembeli nasional dan internasional.
Pendekatan kebijakan terpadu ini diharapkan tidak hanya memperkuat kemampuan ekonomi lokal secara makro, tetapi juga mendorong pertumbuhan inklusif yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Kesimpulan: Arah Baru Penggerak Ekonomi Daerah
Pernyataan Mari Elka Pangestu menjelaskan bahwa dalam konteks ekonomi nasional yang terus mengalami dinamika, UMKM serta sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah dua pilar utama yang mampu menggerakkan ekonomi lokal secara efektif. Peran kedua sektor ini bukan hanya sekadar kontribusi terhadap angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mencerminkan pemerataan peluang, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan kemampuan daerah untuk mandiri secara ekonomi.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat, serta sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, potensi besar dari kedua sektor tersebut dapat direalisasikan menjadi mesin penggerak utama perekonomian Indonesia di masa mendatang.

