Berita MalamNews

Reuni 212 Usai Jelang Dini Hari, Massa Bubar Tertib dari Kawasan Monas

JAKARTA, kilatnews.id – Gelombang massa berbaju putih yang memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, sejak pagi hari akhirnya mulai surut. Kegiatan tahunan bertajuk Reuni 212 tersebut resmi berakhir menjelang dini hari, ditandai dengan pergerakan ribuan peserta yang meninggalkan lokasi secara teratur dan kondusif.

Berdasarkan pantauan di lokasi hingga pukul 00.30 WIB, suasana di kawasan ring satu Jakarta tersebut tampak kontras dibandingkan beberapa jam sebelumnya. Gema orasi dan lantunan selawat yang sebelumnya membahana kini berganti dengan derap langkah kaki para peserta yang bergerak menuju titik-titik transportasi umum maupun kantong parkir. Meskipun kegiatan berlangsung hingga larut malam, stamina massa terlihat masih terjaga, meski raut lelah tak bisa disembunyikan dari wajah-wajah mereka.

Proses pembubaran massa ini berlangsung tanpa insiden berarti. Tidak ada desak-desakan yang memicu kericuhan. Para peserta yang mayoritas datang secara berkelompok terlihat saling mengingatkan untuk tetap menjaga ketertiban umum agar tidak mengganggu warga lain yang sedang beristirahat maupun pengguna jalan yang melintas.

Aksi Bersih-Bersih Sebelum Pulang

Salah satu pemandangan yang menarik perhatian di tengah proses pembubaran ini adalah inisiatif para peserta untuk menjaga kebersihan. Sebelum benar-benar meninggalkan pelataran Monas dan jalan-jalan protokol di sekitarnya, banyak kelompok peserta yang terlihat memungut sampah plastik, botol air mineral, dan sisa alas duduk.

Mereka menyebutnya sebagai “operasi semut”, sebuah tradisi tak tertulis yang kerap mewarnai aksi-aksi massa 212 sebelumnya. Kantong-kantong sampah besar berwarna hitam tampak dibawa secara estafet menuju titik pengumpulan sampah yang telah disediakan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Sikap ini seolah ingin menegaskan pesan bahwa kegiatan yang mereka lakukan tidak hanya berdimensi spiritual dan sosial, tetapi juga membawa tanggung jawab terhadap kebersihan ruang publik ibu kota.

Petugas kebersihan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau yang akrab disebut “Pasukan Oranye” juga terlihat sigap menyisir area begitu massa mulai menipis. Kolaborasi antara inisiatif peserta dan kesigapan petugas membuat kawasan Medan Merdeka relatif cepat bersih kembali, meskipun volume sampah yang dihasilkan dari kegiatan skala besar ini tentu tidak sedikit.

Arus Lalu Lintas Kembali Normal

Seiring dengan mengalirnya massa keluar dari kawasan Monas, pihak kepolisian yang berjaga di berbagai titik strategis mulai menormalisasi arus lalu lintas. Beberapa ruas jalan yang sebelumnya ditutup atau dialihkan untuk menampung lautan manusia dan kendaraan peserta, kini perlahan dibuka kembali untuk umum.

Jalan Medan Merdeka Selatan dan Medan Merdeka Barat yang sempat menjadi lautan manusia kini sudah bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua, meskipun kecepatan kendaraan masih harus dibatasi mengingat masih banyaknya pejalan kaki yang menyusuri trotoar dan bahu jalan. Petugas kepolisian lalu lintas tampak sibuk mengatur ritme kendaraan dan penyeberang jalan untuk menghindari kemacetan simpul (gridlock) di persimpangan-persimpangan krusial seperti di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha dan Stasiun Gambir.

Situasi di stasiun-stasiun kereta api terdekat, seperti Stasiun Juanda dan Stasiun Gondangdia, juga dilaporkan padat namun tetap terkendali. Antrean penumpang yang hendak kembali ke daerah penyangga seperti Depok, Bogor, Bekasi, dan Tangerang terlihat mengular namun tetap dalam koridor ketertiban. Petugas keamanan stasiun (PKD) dibantu aparat kepolisian melakukan penyekatan (flow control) di pintu masuk stasiun untuk mencegah penumpukan berlebihan di peron yang bisa membahayakan keselamatan.

Pengamanan Humanis hingga Akhir

Pihak kepolisian yang mengawal jalannya aksi sejak persiapan hingga pembubaran menerapkan pendekatan yang persuasif dan humanis. Tidak terlihat adanya ketegangan antara aparat dan massa aksi. Beberapa personel kepolisian bahkan terlihat membantu mengarahkan peserta yang kebingungan mencari lokasi parkir bus mereka atau memberikan informasi mengenai rute jalan keluar tercepat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, dalam keterangan terpisah sebelumnya, memang telah menekankan bahwa prioritas utama pengamanan adalah kelancaran dan keselamatan, baik bagi peserta aksi maupun masyarakat umum. Strategi pengamanan yang tidak mencolok namun efektif terbukti ampuh menjaga situasi tetap dingin hingga acara purna.

Hingga berita ini diturunkan, kawasan Monas sudah hampir sepenuhnya lengang dari kerumunan massa aksi. Kendaraan taktis kepolisian yang sebelumnya disiagakan juga mulai ditarik mundur secara bertahap. Jakarta kembali pada ritme malamnya yang tenang, menyisakan jejak cerita dari sebuah pertemuan akbar yang sekali lagi berhasil membuktikan kedewasaan demokrasi dan ketertiban sipil di jantung ibu kota.

Masyarakat yang hendak melintasi kawasan Jakarta Pusat pada pagi hari nanti diprediksi tidak akan menemui kendala berarti, mengingat proses pembersihan dan normalisasi jalan diperkirakan tuntas sebelum jam sibuk (rush hour) pagi dimulai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *