Berita MalamGeopolitikInternasionalNewsPerang

Bukti Baru: Citra Satelit Tunjukkan Lebih dari 150 Pesawat Tempur AS Dikerahkan Dekat Iran

Amerika Serikat telah mengerahkan lebih dari 150 pesawat tempur dan pesawat militer ke wilayah di sekitar Iran, berdasarkan citra satelit dan data pelacakan penerbangan internasional yang diulas oleh media internasional. Langkah ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara Washington dan Teheran setelah rundingan nuklir kedua negara berakhir tanpa kesepakatan pada pertengahan Februari 2026.

Analisis citra satelit yang diambil pada sekitar 20 Februari 2026 menunjukkan bahwa militer AS telah memindahkan ratusan unit pesawat ke berbagai pangkalan di Eropa dan Timur Tengah, termasuk pangkalan udaranya di Yordania, Yunani, dan sejumlah titik strategis lain. Beberapa jet tempur tercanggih seperti F-35 stealth fighter juga dilaporkan berada di pangkalan tersebut.

Penguatan posisi udara ini merupakan penempatan militer terbesar AS di kawasan tersebut dalam lebih dari dua dekade, melebihi jumlah yang terlihat sebelum operasi Amerika Serikat menjelang Perang Irak pada 2003. Penyebaran ini dilaporkan terjadi setelah pembicaraan nuklir antara AS dan Iran mencapai jalan buntu pada pertengahan Februari 2026.

Data penerbangan juga menunjukkan bahwa sejumlah pesawat pengintai E-3G Sentry, pesawat tanker untuk dukungan bahan bakar udara-udara, dan jenis pesawat lain yang mendukung operasi udara telah dipindahkan ke wilayah negara-negara anggota NATO dan pangkalan di Timur Tengah. Hal ini memperlihatkan bahwa AS tidak hanya menempatkan pesawat tempur, tetapi juga aset pendukung lainnya dalam jumlah besar.

Keberadaan armada udara yang kuat ini memunculkan spekulasi dari sejumlah analis bahwa Amerika Serikat sedang memposisikan kekuatan militernya untuk kemungkinan kampanye udara berkepanjangan, bukan hanya serangan sporadis satu kali, meskipun pemerintah AS belum secara resmi mengumumkan rencana operasi militer langsung terhadap Iran.

Sebelumnya dilaporkan bahwa lebih dari 60 pesawat tempur telah diposisikan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, termasuk jet-jet F-35, sementara pesawat tanker dan pesawat pengintai juga terlihat di Bandara Chania di Pulau Kreta, Yunani sejak pertengahan Februari. Selain itu, sejumlah pesawat tambahan diketahui berada di pangkalan militer di kawasan Timur Tengah dan pangkalan NATO di Eropa.

Laporan terbaru juga menyebutkan bahwa armada Amerika Serikat di perairan regional termasuk kapal induk dan unit kapal perang juga berada dalam posisi strategis yang sama, meskipun rincian mengenai jumlah total kapal dan personel tidak selalu dirinci secara terbuka oleh otoritas militer AS.

Iran sendiri dalam merespons penguatan militer ini secara resmi menyatakan keprihatinannya dan memperingatkan konsekuensi terhadap keamanan regional, meskipun pihaknya juga menyatakan tetap berkomitmen pada jalur diplomasi. Situasi ini dipantau ketat oleh negara-negara lain di kawasan, mengingat potensi eskalasi yang bisa berdampak luas, termasuk pada keamanan energi global dan rute pengiriman minyak internasional.

Hingga kini, baik pemerintah Amerika Serikat maupun Iran belum mengonfirmasi secara terbuka adanya rencana serangan militer langsung, meskipun sumber media melaporkan bahwa posisi militer AS mencerminkan kesiapan untuk berbagai opsi yang mungkin dijalankan jika perundingan diplomatik terus buntu.

Secara keseluruhan, citra satelit yang menunjukkan penempatan lebih dari 150 pesawat tempur dan dukungan udara di sekitar kawasan Timur Tengah dipandang sebagai langkah yang mencerminkan eskalasi signifikan dalam ketegangan antara kedua negara, sekaligus menunjukkan dinamika kompleks antara upaya diplomasi yang berjalan dan kekuatan militer yang ditingkatkan di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *