Bencana Ganda: Akses Komunikasi Lumpuh Total di Wilayah Banjir dan Longsor Sumut-Aceh
MEDAN, 27 November 2025 — Musibah bertubi-tubi melanda Sumatra Utara (Sumut) dan Aceh. Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di beberapa kabupaten di kedua provinsi ini tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga memutus total akses komunikasi. Terputusnya jaringan telepon seluler dan internet membuat upaya penanganan darurat dan pendataan korban menjadi sangat sulit.
Lumpuhnya komunikasi di wilayah bencana, seperti [Sebutkan Lokasi yang Relevan, misal: daerah pegunungan di perbatasan Sumut dan Aceh], menciptakan kondisi isolasi. Tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kesulitan berkoordinasi, sementara keluarga di luar wilayah terdampak tak bisa mendapatkan kabar terbaru mengenai kerabat mereka.
“Akses komunikasi adalah urat nadi utama dalam fase tanggap darurat. Ketika jaringan seluler dan internet putus, kami seperti bekerja dalam kegelapan. Laporan kerusakan dan kebutuhan logistik menjadi sangat lambat, menghambat bantuan tiba tepat waktu,” ujar [Sebutkan Inisial Pejabat BPBD atau Tim SAR yang Relevan].
Penyebab Putusnya Jaringan dan Dampaknya
Putusnya jaringan komunikasi ini diduga disebabkan oleh dua faktor utama yang saling berkaitan dengan bencana:
- Kerusakan Fisik Infrastruktur: Longsor dilaporkan merusak tiang-tiang dan kabel serat optik yang merupakan tulang punggung jaringan internet. Selain itu, banjir merendam gardu listrik dan Base Transceiver Station (BTS), mematikan pasokan daya.
- Akses Terisolasi: Jalan yang tertutup lumpur dan jembatan yang terputus membuat tim teknisi dari perusahaan telekomunikasi (provider) tidak bisa mencapai lokasi kerusakan untuk melakukan perbaikan darurat.
Dampak paling parah adalah pada pendataan korban dan penyaluran bantuan. Tanpa komunikasi, pihak berwenang tidak bisa memastikan secara cepat berapa banyak desa yang terisolasi dan jenis bantuan (medis, pangan, logistik) apa yang paling mendesak dibutuhkan di setiap lokasi.
Solusi Darurat: Satelit dan Komunikasi Radio
Untuk mengatasi kondisi lumpuh total ini, tim penanggulangan bencana kini mulai mengandalkan solusi komunikasi alternatif:
- Telepon Satelit: Penggunaan perangkat telepon satelit oleh tim SAR menjadi sangat vital untuk koordinasi dengan posko utama di luar wilayah bencana.
- Radio Komunikasi (HT): Komunikasi radio frekuensi tinggi (HT) digunakan untuk koordinasi jarak pendek di lapangan antar sesama tim relawan.
Pemerintah pusat melalui [Sebutkan Kementerian yang Relevan, misal: Komdigi] dan penyedia layanan telekomunikasi didesak untuk segera mengirimkan tim teknisi dengan dukungan helikopter atau jalur alternatif untuk memulihkan jaringan sesegera mungkin. Di tengah situasi bencana, informasi adalah harapan bagi para penyintas.
Related Keywords banjir longsor sumut aceh, akses komunikasi putus, jaringan lumpuh, penanganan bencana, bantuan satelit, BPBD
