Breaking News

Jakarta Basmi Ikan Sapu-sapu, Hampir 7 Ton Ditangkap dalam Sehari

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengintensifkan pengendalian ikan sapu-sapu yang merusak ekosistem perairan. Dalam satu hari, petugas berhasil menangkap hampir 7 ton ikan sapu-sapu dari berbagai wilayah di ibu kota.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, menjelaskan bahwa timnya mengumpulkan sekitar 68.880 ekor ikan dalam operasi tersebut. Pemerintah mengerahkan petugas ke lima wilayah kota untuk menekan populasi spesies invasif ini secara langsung.

Petugas mencatat hasil tangkapan terbesar di Jakarta Selatan. Mereka mengumpulkan lebih dari 63 ribu ekor dengan total berat sekitar 5,3 ton di kawasan Pintu Air Outlet Setu Babakan, Jagakarsa. Lokasi ini memang menjadi salah satu titik dengan populasi ikan sapu-sapu paling tinggi.

Di Jakarta Timur, tim berhasil menangkap lebih dari 4.000 ekor dengan berat lebih dari 800 kilogram. Sementara itu, petugas di Jakarta Pusat mengumpulkan ratusan ekor dengan bobot ratusan kilogram. Wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara juga menyumbang tangkapan, meski jumlahnya tidak sebesar wilayah lain.

Pemerintah mengambil langkah tegas ini karena ikan sapu-sapu mengancam keseimbangan ekosistem. Spesies ini berkembang sangat cepat dan mampu mendominasi perairan. Ikan sapu-sapu juga bersaing langsung dengan ikan lokal dalam mencari makanan dan habitat.

Selain itu, ikan ini mampu bertahan hidup di air tercemar dengan kadar oksigen rendah. Kemampuan tersebut membuat populasinya sulit dikendalikan tanpa tindakan langsung. Kebiasaan ikan sapu-sapu menggali dasar sungai juga mempercepat kerusakan lingkungan perairan.

Pemprov DKI Jakarta berkomitmen melanjutkan operasi ini secara rutin. Pemerintah ingin menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mencegah lonjakan populasi di masa depan. Dengan langkah ini, pemerintah berharap ikan lokal bisa kembali berkembang secara alami.

Tidak hanya mengandalkan petugas, pemerintah juga mendorong partisipasi masyarakat. Warga dapat ikut menangkap ikan sapu-sapu sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Beberapa wilayah bahkan mulai mempertimbangkan insentif untuk meningkatkan keterlibatan publik.

Dalam beberapa tahun terakhir, populasi ikan sapu-sapu terus meningkat di Jakarta. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keberlanjutan sumber daya perikanan.

Melalui operasi besar ini, Pemprov DKI Jakarta menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi masalah lingkungan. Pemerintah akan terus mengawasi perkembangan populasi ikan sapu-sapu dan mengambil langkah lanjutan jika diperlukan.

Upaya terpadu antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci menjaga ekosistem perairan tetap sehat. Dengan pengendalian yang konsisten, Jakarta berpeluang memulihkan keseimbangan lingkungan perairannya secara bertahap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *