Tidak Ada Terobosan, Perdamaian Rusia-Ukraina di Geneva Berakhir Tanpa Kesepakatan
Oleh [Nama Anda] — GENEVA, Swiss — Putaran terbaru pembicaraan damai antara perwakilan Rusia dan Ukraina yang dimediasi oleh Amerika Serikat di Geneva, Swiss, berakhir tanpa kesepakatan nyata pada Rabu (18 Februari 2026). Meskipun kedua belah pihak mengaku telah berdiskusi secara serius, perbedaan politik dan territorial yang tajam terus menghambat kemajuan menuju penghentian perang yang hampir memasuki tahun ke-5 ini.
1. Latar Belakang Pembicaraan
Delegasi dari Rusia dan Ukraina bertemu dalam apa yang disebut sebagai putaran ketiga pembicaraan damai di Geneva, beberapa hari sebelum peringatan empat tahun dimulainya invasi besar-besaran Moskow ke Ukraina pada Februari 2022. Pertemuan ini difasilitasi oleh pemerintah Amerika Serikat serta dihadiri oleh perwakilan Eropa dan AS dalam upaya menciptakan jalur diplomatik baru untuk menghentikan konflik.
Pembicaraan ini berlangsung selama dua hari, dimulai pada Selasa (17 Februari). Agenda utamanya mencakup isu-isu utama seperti masa depan wilayah yang diduduki Rusia di timur Ukraina, keamanan jangka panjang bagi Kyiv, dan mekanisme pemantauan gencatan senjata.
2. Posisi Kedua Pihak Masih Jauh Berbeda
Pada akhir pertemuan, baik delegasi Rusia maupun Ukraina menyatakan bahwa tidak ada kesepakatan yang dicapai mengenai isu-isu sentral konflik. Rusia tetap bersikukuh pada tuntutan yang keras, termasuk tuntutan agar Ukraina melepas kontrol atas wilayah timur yang saat ini berada di bawah pendudukan Moskow dan menerima pembatasan militer yang substansial. Ukraina menolak tuntutan tersebut sebagai syarat perdamaian dan menegaskan bahwa mereka tidak akan menyerahkan wilayahnya di luar kesepakatan yang adil atau tanpa konsultasi publik yang memadai.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa terobosan politik belum tercapai dan menyatakan bahwa proses berlangsung “sulit.” Bahkan, menurutnya, Rusia berusaha “memanjangkan durasi pembicaraan” daripada mencari solusi nyata yang berarti bagi perdamaian jangka panjang.
3. Progress pada Isu Militer, Bukan Politik
Meski kesepakatan umum belum tercapai, delegasi Ukraina melaporkan beberapa kemajuan di aspek teknis terkait pemantauan gencatan senjata. Hal ini melibatkan kemungkinan keterlibatan Amerika Serikat dalam memantau fase awal setiap penghentian permusuhan secara formal. Meskipun hal ini bukan komponen dari kesepakatan akhir, ini menunjukkan kemajuan dalam aspek operasional yang dapat mendukung stabilitas di lapangan bila suatu saat kesepakatan politik terbentuk.
4. Dinamika Negosiasi dan Tantangan Besar
Negosiasi di Geneva dibayangi oleh kondisi di medan perang yang terus memanas. Rusia tetap melancarkan serangan udara serta operasi drone terhadap sejumlah wilayah Ukraina, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil. Serangan tersebut menjadi simbol ketidakpastian akan niat damai Moskow selama pembicaraan berlangsung.
Sementara itu, para negosiator Ukraina menegaskan bahwa tidak mungkin menyetujui pembekuan lini depan sebagai ganti konsesi teritorial tanpa jaminan keamanan kuat dari sekutu Barat. Kyiv ingin jaminan keamanan lebih konkret sebelum bersedia merundingkan isu-isu lain seperti status wilayah pendudukan atau perubahan konstitusional yang signifikan.
5. Peran Amerika Serikat dan Eropa
Pembicaraan ini merupakan bagian dari upaya diplomatik yang lebih luas yang dipimpin oleh Amerika Serikat, dengan dukungan sekutu Eropa seperti Prancis, Jerman, dan Inggris. Menurut pejabat AS, Washington mendorong kedua belah pihak untuk tetap di meja perundingan, meskipun tekanan politik domestik di dalam negeri masing-masing negara menambah kompleksitas proses negosiasi.
Namun, critic dari pihak Ukraina menyatakan bahwa beberapa elemen dalam pemerintahan AS telah memberikan tekanan yang terlalu berat kepada Kyiv untuk menerima kompromi yang mereka anggap tidak menguntungkan dalam hal wilayah dan keamanan nasional.
6. Kesimpulan dan Prospek Berikutnya
Pertemuan di Geneva menunjukkan bahwa meskipun jalur diplomasi masih terbuka, jalan menuju perdamaian sejati masih sangat panjang. Perbedaan tajam antara tuntutan Rusia dan penolakan Ukraina terhadap syarat-syarat yang merugikan, terutama terkait isu wilayah dan keamanan, menunjukkan bahwa strategi negosiasi baru mungkin diperlukan untuk menjembatani kesenjangan yang selama ini menghambat kelanjutan pembicaraan.
Para analis internasional memperkirakan bahwa tanpa perubahan signifikan dalam sikap salah satu pihak atau tekanan internasional yang lebih kuat, konflik ini kemungkinan akan terus berlanjut dalam jangka waktu yang tidak menentu.

