๐ Temuan Sekoper Berisi Narkoba yang Menjerat Eks Kapolres Bima Kota
Kasus mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, kini menjadi sorotan publik setelah penyidik menemukan bukti penting berupa sekoper berisi narkotika yang diduga terkait langsung dengan tersangka. Penemuan koper ini menjadi salah satu titik awal bukti kuat dalam penyidikan, yang kemudian meningkatkan status kasus dari sekadar pemeriksaan menjadi penyidikan pidana narkoba.
Narkotika yang ditemukan dalam koper tersebut diperkirakan berasal dari jaringan peredaran yang tengah diburu oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Temuan ini sekaligus menjadi dasar penetapan status teresangka terhadap AKBP Didik oleh penyidik, setelah bukti awal dikumpulkan dan diperiksa secara forensik.
๐งช Barang Bukti yang Disita
Dalam koper yang ditemukan, penyidik menyita beberapa jenis narkotika dan psikotropika seperti sabu-sabu, ekstasi, dan jenis obat terlarang lain yang dikategorikan sebagai barang bukti kuat dalam penyidikan kriminal. Penemuan barang bukti ini dilakukan setelah adanya indikasi awal dari pengakuan pihak lain dan hasil pengembangan intelijen.
Penemuan ini kemudian menjadi landasan penyidik untuk menetapkan status hukum terhadap AKBP Didik Putra Kuncoro, yang sebelumnya dikenal sebagai perwira Kepolisian Republik Indonesia dengan rekam jejak panjang dalam kariernya.
๐ฎ Keterlibatan dan Alasan Penyidikan
Kasus ini awalnya mencuat dari pengembangan kasus yang melibatkan beberapa personel Polri di wilayah hukum Bima. Ketika bukti awal menunjukkan adanya aliran dan keterlibatan dalam transaksi narkotika, penyidik kemudian memperluas pemeriksaan hingga ke lingkungan pejabat di Polres Bima Kota.
Setelah koper berisi narkoba ditemukan dan disita, penyidik kemudian menetapkan Didik Putra Kuncoro sebagai tersangka dalam kasus dugaan kepemilikan dan peredaran narkotika. Proses hukum kini berlanjut dengan pemeriksaan lanjutan serta upaya penegakan hukum sesuai dengan standar prosedur pidana yang berlaku di Indonesia.
๐ Upaya Penyidik dan Pengejaran Tersangka
Seiring dengan penetapan tersangka, penyidik Bareskrim Polri telah melakukan berbagai langkah penyidikan intensif, termasuk permintaan keterangan saksi dan pengumpulan bukti tambahan. Polri juga mengerahkan unit tertentu untuk memastikan tersangka dapat dipanggil dan diperiksa lebih lanjut sebagai bagian dari proses hukum.
Pemeriksaan juga mencakup tim forensik dan ahli terkait untuk memastikan kesesuaian barang bukti dengan unsur pidana yang diduga dilakukan, sebagai bukti objektif dalam menghadapi persidangan.
๐ Dampak Kasus terhadap Institusi
Kasus ini turut mendapatkan sorotan publik karena melibatkan pejabat tinggi di institusi penegak hukum. Temuan barang bukti sekoper narkoba tidak hanya menjadi bukti dalam kasus pidana, tetapi juga mencerminkan tantangan internal dalam memastikan integritas aparat penegak hukum tetap terjaga.
Pihak Polri menyatakan komitmennya untuk menangani kasus ini secara profesional dan transparan, termasuk melalui mekanisme hukum yang berlaku serta memperhatikan prinsip due process of law.
