Mertua Bongkar Fakta Poligami Pesulap Merah: Tuduhan Kebohongan dan Kontroversi Rumah Tangga
JAKARTA — Isu pelik dalam rumah tangga artis sekaligus kreator konten Pesulap Merah kembali menjadi perhatian publik setelah pernyataan mengejutkan disampaikan oleh ibu mertua almarhumah Tika Mega Lestari. Pernyataan ini mencuat setelah polemik soal pernikahan kedua Pesulap Merah dengan selebgram Ratu Rizky Nabila ramai diperbincangkan di media sosial dan media massa nasional.
Menurut pengakuan sang mertua, Endang Tri Wahyuningsih, selama ini publik telah menerima narasi yang dianggap tidak sepenuhnya benar terkait kehidupan pribadi putrinya bersama Pesulap Merah. Ia menegaskan ada sejumlah hal penting yang selama ini belum tersampaikan secara akurat.
Tika Baru Tahu Soal Pernikahan Kedua
Endang mengungkapkan bahwa Tika Mega Lestari, istri pertama Pesulap Merah yang meninggal dunia pada 27 Januari 2026, semasa hidupnya tidak mengetahui terlebih dahulu tentang pernikahan sang suami dengan Ratu Rizky Nabila. Menurut Endang, Tika baru mengetahui hal tersebut setelah melihat ponsel milik suaminya pada Agustus 2025.
“Kita pikir mereka berdua saling akur, tapi ternyata Tika tidak pernah sama sekali tahu soal pernikahan tersebut sampai melihat isi HP,” ujar Endang kepada awak media.
Keterangan ini berbeda jauh dari klaim Pesulap Merah yang sebelumnya menyatakan bahwa Tika sudah mengetahui dan merestui pernikahan mereka. Pernyataan sang mertua menimbulkan persepsi publik bahwa ada ketidakjujuran dalam narasi yang selama ini disampaikan ke media dan pengikut di sosial media.
Persetujuan yang Dipersoalkan
Lebih lanjut, Endang menegaskan bahwa Tika Mega Lestari tidak pernah memberikan persetujuan atau restu secara sadar atas keputusan suaminya menikah lagi. Ia menyebut bahwa klaim restu tersebut adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.
“Tidak ada persetujuan sama sekali. Itu bohong,” katanya. Pernyataan ini langsung berkonfrontasi dengan pernyataan publik sang pesulap yang selama ini menyebut bahwa poligami dilakukan dengan itikad baik dan atas dasar restu.
Kritik terhadap Peran Pesulap Merah
Selain itu, Endang juga menyampaikan kritik pedas terhadap perilaku Pesulap Merah selama masa perawatan Tika yang sakit. Menurutnya, meskipun Tika mengalami sakit berkepanjangan, termasuk kondisi serius sejak awal tahun 2025, dukungan yang diberikan oleh sang suami dianggap sangat minim. Hal ini memicu kemarahan keluarga.
Endang menyebut bahwa Pesulap Merah hanya hadir beberapa kali dalam kurun waktu pengobatan sang istri — termasuk saat operasi dan menjelang wafatnya — serta tidak konsisten membantu dari sisi dukungan emosional ataupun praktis.
“Saya kecewa melihat bagaimana dia tidak mendampingi istrinya secara layak, bahkan sering absen saat masa pengobatan berat,” ujar Endang.
Dampak di Publik dan Narasi Media
Polemik ini mencuat di tengah respons yang lebih besar dari netizen dan publik luas di berbagai platform. Setelah kabar duka atas meninggalnya Tika diumumkan melalui akun Instagram sang suami, publik juga mempertanyakan konsistensi pernyataan yang disampaikan oleh Pesulap Merah.
Beragam konten terkait poligami, restu, serta penelantaran istri pertama kemudian menjadi viral dan memicu diskusi luas di luar ranah selebriti. Sejumlah video di YouTube hingga unggahan media sosial mendukung pernyataan keluarga Tika yang menolak narasi restu dan mengkritik perilaku sang pesulap.
Relevansi dengan Etika Publik Figur
Polemik ini membuka kembali perdebatan tentang bagaimana figur publik, termasuk selebriti dan kreator konten, menyampaikan pengalaman pribadi mereka ke publik. Ketidaksesuaian antara narasi yang disampaikan dan kenyataan yang diungkapkan oleh pihak keluarga, dalam hal ini mertua almarhumah istri pertama, menjadi sorotan tidak hanya di kalangan netizen, tetapi juga sejumlah media nasional.
Kesimpulan
Kasus yang kini tengah hangat dibicarakan ini menunjukkan adanya konflik narasi antara Pesulap Merah dan keluarga istri pertamanya, terutama soal isu restu pernikahan kedua yang dilakukan secara siri. Keluarga Tika menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar dan menuding sang pesulap telah menyampaikan informasi yang tidak sesuai fakta.

