Prabowo Sediakan Lahan 4.000 Meter di Depan Bundaran HI untuk Badan Umat
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk menyediakan lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi di kawasan strategis depan Bundaran HI, Jakarta Pusat, untuk pembangunan Badan Umat — sebuah fasilitas yang akan menjadi rumah bersama bagi organisasi kemasyarakatan dan lintas agama.
Keputusan ini disampaikan langsung Presiden saat meresmikan sejumlah program kerukunan umat beragama di ibu kota. Lokasi lahan tersebut dipilih karena aksesibilitasnya yang baik dan posisinya yang berada di tengah kawasan kota, sehingga diharapkan menjadi ruang terbuka dialog, kegiatan sosial, dan inklusi umat beragama.
Tujuan Badan Umat & Spirit Ruang Bersama
Presiden menyatakan bahwa fasilitas Badan Umat akan berfungsi sebagai:
- Ruang dialog antaragama
- Tempat pelatihan dan diskusi moderasi beragama
- Ruangan bagi organisasi masyarakat lintas keyakinan
- Pusat kegiatan sosial dan kebudayaan
Prabowo menekankan pentingnya kerukunan bangsa di tengah keberagaman Indonesia. Ia berharap fasilitas ini dapat menjadi simbol kuat harmoni dan toleransi antar umat beragama di tengah hiruk pikuk ibukota.
Respons Tokoh Agama & Masyarakat
Beberapa tokoh agama dan tokoh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut menyambut baik inisiatif ini. Mereka menilai penyediaan lahan di lokasi strategis ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk memperkuat nilai kerukunan dan inklusivitas dalam kehidupan beragama di Indonesia.
Salah satu tokoh agama yang hadir menyatakan bahwa Badan Umat nanti diharapkan dapat menjadi “rumah bersama bagi semua keyakinan”, bukan milik satu golongan tertentu, sehingga akan menjadi panggung dialog positif dan pembelajaran nilai toleransi.
Konteks Kerukunan & Moderasi Beragama
Langkah pemerintah ini muncul di tengah upaya memperkuat kerukunan nasional, termasuk melalui dialog, pendidikan moderasi beragama, serta harmonisasi antar kelompok masyarakat. Pemerintah menekankan bahwa kebebasan beragama dan kebersamaan adalah pondasi penting bagi stabilitas sosial dan perdamaian masyarakat Indonesia yang multikultural.
Dengan tersedianya ruang seperti Badan Umat, diharapkan akan semakin banyak wadah yang memfasilitasi pemahaman bersama dan kerja sama lintas komunitas.
