News

Seskab Teddy Tegaskan: Tiap Lawatan Prabowo ke Luar Negeri Wajib Bawa ‘Oleh-Oleh’ Investasi Konkret

JAKARTA, kilatnews.id – Istana Kepresidenan kembali menegaskan komitmen efisiensi dalam setiap agenda kenegaraan. Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, memberikan pernyataan tegas terkait padatnya jadwal diplomasi Presiden Prabowo Subianto di awal tahun 2026 ini.

Menurut Teddy, setiap langkah Presiden ke luar negeri bukan sekadar ritual diplomatik atau photo opportunity semata. Ada target terukur yang harus dicapai, terutama yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat dan kedaulatan bangsa.

Bukan Sekadar Jabat Tangan

Dalam keterangan persnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (22/1/2026), Teddy menyebut bahwa Presiden Prabowo menerapkan standar tinggi bagi delegasi Indonesia.

“Bapak Presiden selalu menekankan, kalau ke luar negeri itu harus bawa hasil. Tidak boleh pulang dengan tangan kosong. Harus ada outcome yang jelas, entah itu komitmen investasi, kerja sama pertahanan, atau akses pasar baru bagi produk UMKM kita,” ujar Teddy.

Pernyataan ini seolah menepis anggapan miring publik mengenai besarnya anggaran perjalanan dinas. Pemerintah ingin membuktikan bahwa Return on Investment (ROI) dari setiap lawatan diplomatik jauh lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.

Diplomasi Ekonomi dan Pertahanan

Sejak dilantik, gaya diplomasi Prabowo memang dikenal direct (langsung) dan transaksional dalam artian positif. Ia tidak hanya menjalin persahabatan (“Seribu Kawan Terlalu Sedikit”), tetapi juga memastikan persahabatan itu menguntungkan kepentingan nasional.

Beberapa hasil konkret yang disorot antara lain adalah masuknya teknologi pangan dari negara-negara mitra dan modernisasi alutsista yang didapat melalui lobi tingkat tinggi yang dilakukan langsung oleh Presiden.

Indonesia Sebagai Pemain Kunci

Lebih lanjut, Seskab Teddy menjelaskan bahwa kehadiran fisik Presiden di forum-forum internasional krusial untuk menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci (key player), bukan sekadar penonton dalam percaturan geopolitik global yang sedang memanas di tahun 2026 ini.

“Dampaknya harus terasa. Kita ingin dunia tahu bahwa Indonesia adalah mitra strategis yang setara. Jadi, setiap kunjungan itu adalah misi kerja, bukan pelesiran,” pungkasnya.

Dengan ketegasan ini, publik menanti realisasi janji-janji investasi tersebut menjadi lapangan kerja nyata di tanah air.

Related Keywords: diplomasi prabowo 2026, investasi asing indonesia, teddy indra wijaya, kebijakan luar negeri ri, hasil ktt asean 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *