Bencana Alam

Rumah Warga Warakas Porak-Poranda Diterjang Banjir: Kulkas Hingga Barang Berharga Terbalik

Jakarta, 13 Januari 2026 – Puluhan rumah di kawasan Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengalami kerusakan signifikan setelah banjir besar melanda permukiman itu sejak pagi hingga malam hari. Air yang tiba-tiba meluap dengan cepat membuat warga kehilangan kesempatan menyelamatkan barang-barang berharga mereka, termasuk peralatan rumah tangga dan perlengkapan harian.

Salah satu korban, Astuti (40), warga RT 9/RW 1, mengungkapkan kondisi rumahnya saat kembali dari bekerja. Ketika banjir terjadi, Astuti sedang menjajakan nasi uduk di pasar sekitar lokasi. Ia baru mengetahui rumahnya terendam setelah mendapat kabar dari tetangga. “Begitu sampai di rumah, semua sudah berantakan. Kulkas sampai tengkurap, meja kompor juga terbalik, dan baju-baju basah semua,” ujarnya dengan suara berat.

Banjir Datang Cepat, Warga Tak Sempat Menyelamatkan Barang

Menurut penuturan Astuti, banjir kali ini datang dengan sangat cepat setelah hujan deras mengguyur sejak pagi. Air banjir naik setinggi sekitar 60 sentimeter, cukup untuk menenggelamkan furnitur dan sebagian besar isi rumah. Ia menunjukkan bekas garis air di dinding yang masih terlihat jelas sebagai bukti tinggi muka air yang menggenangi rumahnya. “Tempat tidur juga kena. Saya bahkan tidak sempat mengangkat barang sebelum air masuk,” tutur dia.

Lebih tragis lagi, pakaian yang baru selesai dicuci dan bahkan masih berada dalam proses laundry juga ikut terendam sehingga banyak yang tidak bisa digunakan lagi. Astuti mengaku kehilangan hampir seluruh perlengkapan rumah tangganya hanya dalam hitungan jam.

Warga Lain Sampaikan Keluhan Serupa

Selain Astuti, sejumlah warga lainnya juga menyampaikan pengalaman serupa. Pada pagi hari sebelum banjir, permukiman sempat dalam kondisi normal—tidak ada genangan berarti. Namun seiring hujan yang terus mengguyur sejak dini hari dan sistem drainase yang kurang mampu menahan volume air, kawasan itu akhirnya tenggelam dalam waktu singkat.

Seorang warga lain, yang enggan disebut namanya, mengatakan bahwa banjir kali ini jauh lebih parah dibandingkan banjir dalam beberapa tahun terakhir. “Kami sudah bersiap karena sering banjir, tapi kali ini air datang dengan sangat cepat dan tinggi,” katanya. “Banyak perabotan yang rusak, listrik sempat padam, dan kami takut terjadi korsleting listrik di dalam rumah.”

Genangan Air Masih Menjadi Ancaman

Meski hujan sempat mereda pada siang hari, menurut laporan warga, genangan air kembali naik pada sore harinya. Beberapa rumah yang sempat kering setelah dibersihkan kembali tergenang lumpur dan air keruh, membuat proses pembersihan semakin sulit dan melelahkan. “Kami sudah bersih-bersih semua, tapi begitu hujan lagi, air langsung naik lagi dan masuk ke rumah,” keluh salah satu warga.

Kondisi ini membuat warga harus mengulang proses pembersihan dari awal. Selain itu, lumpur yang dibawa oleh air banjir membuat lantai rumah banyak yang kotor dan licin sehingga berisiko menyebabkan cedera kepada penghuni saat membersihkan rumah.

Dampak Lebih Luas dan Upaya Penanggulangan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat bahwa banjir akibat curah hujan yang tinggi tidak hanya terjadi di Warakas, tetapi juga di beberapa titik lain di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Hingga petang hari, sejumlah RT masih terendam banjir, dan ratusan warga dilaporkan mengungsi ke lokasi aman.

BPBD juga mencatat bahwa hujan yang mengguyur secara intens sejak Senin pagi menyebabkan aliran air tidak tertampung secara optimal oleh saluran drainase yang ada, terutama di daerah dataran rendah seperti Warakas. Pengungsi yang terdampak banjir saat ini masih sangat membutuhkan bantuan berupa makanan siap santap, air bersih, pakaian kering, serta perlengkapan tidur.

Warga Berharap Perbaikan Infrastruktur

Para korban berharap pemerintah lebih serius menangani masalah banjir yang kerap terjadi di wilayah mereka. Selama bertahun-tahun, warga setempat sudah menghadapi banjir dengan periode yang makin sering dan material yang makin banyak menimbulkan kerusakan rumah.

“Kami berharap ada perbaikan sistem drainase dan penanganan banjir yang lebih cepat dan tepat,” ujar Astuti. “Kalau begini terus, bagaimana kami bisa hidup tenang di rumah kami sendiri?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *