News

Soliditas Internal: PBNU Gelar Rapat Ulama, Tegaskan Gus Yahya Tetap Jabat Ketua Umum

JAKARTA, 24 November 2025 — Kabar simpang siur mengenai kemungkinan mundurnya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), kini terjawab sudah. Setelah menggelar rapat pleno yang melibatkan jajaran ulama dan petinggi organisasi, PBNU secara tegas menyatakan kesepakatan bahwa Gus Yahya akan tetap menjabat sebagai Ketua Umum hingga akhir masa jabatannya.

Rapat penting ini diselenggarakan di [Sebutkan Lokasi Rapat, misal: Kantor Pusat PBNU] dan dihadiri oleh [Sebutkan Pihak yang Relevan, misal: Rois Aam, jajaran Syuriah, dan Tanfidziyah]. Keputusan ini menunjukkan soliditas dan dukungan penuh dari internal ulama NU terhadap kepemimpinan Gus Yahya.

“Kami telah mendengar pandangan dari berbagai pihak, termasuk dari jajaran Syuriah. Keputusannya bulat, tidak ada alasan bagi Gus Yahya untuk mundur. Beliau akan melanjutkan amanah sebagai Ketua Umum PBNU dan memastikan semua program kerja berjalan sesuai rencana,” kata [Sebutkan Juru Bicara PBNU atau Tokoh yang Berwenang] usai rapat.

Menjaga Stabilitas Organisasi

Isu mundurnya Gus Yahya sempat beredar luas di media sosial, memicu spekulasi mengenai adanya konflik internal atau tekanan politik. Namun, keputusan rapat ulama ini bertujuan untuk meredam spekulasi tersebut dan menegaskan stabilitas PBNU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

PBNU di bawah kepemimpinan Gus Yahya saat ini tengah fokus pada [Sebutkan Isu/Program Utama PBNU, misal: penguatan pendidikan pesantren, reformasi kelembagaan, atau isu perdamaian global]. Kelanjutan kepemimpinan ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan program-program strategis tersebut tanpa terganggu oleh isu-isu personal atau politik.

Rapat ini juga menjadi penegasan bahwa keputusan strategis di PBNU selalu diambil melalui musyawarah dan kesepakatan kolektif para ulama, mencerminkan tradisi demokrasi internal yang kuat di tubuh Nahdlatul Ulama.

Dengan adanya keputusan ini, PBNU diharapkan bisa kembali fokus pada peran utamanya sebagai penjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dan kontributor penting bagi pembangunan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *