Malaysia Dorong Durian sebagai Buah Nasional Usai Kontroversi dengan Singapura
Kuala Lumpur – Produsen durian di Malaysia kini memperkuat suara mereka meminta agar buah yang sering dijuluki “raja buah” itu diakui secara resmi sebagai buah nasional negara tersebut. Langkah ini muncul di tengah rivalitas regional dan upaya memperkuat identitas serta posisi ekonomi Malaysia dalam industri durian global.
Asosiasi Produsen Durian Malaysia (DMA) mengajukan permohonan resmi kepada Kementerian Pertanian dan Ketahanan Pangan Malaysia untuk menetapkan durian sebagai buah nasional dan sekaligus mengusulkan tanggal 7 Juli sebagai Hari Durian Nasional.
Menurut Presiden DMA, Eric Chan, durian bukan sekadar komoditas. “Durian bukan buah biasa—durian adalah bagian dari identitas nasional kami,” ungkapnya
Latar Belakang Permintaan
Dorongan ini datang setelah apa yang digambarkan sebagai “perebutan” durian antara Malaysia dan tetangga regionalnya, Singapura. Meskipun tak dijabarkan secara mendetail dalam siaran pers DMA, konteks tersebut menunjukkan perlombaan soal pengakuan varietas unggulan, ekspor, dan branding nasional.
Malaysia selama ini dikenal dengan varietas premium seperti Musang King (D197), Black Thorn (D200) dan D24—yang telah memperoleh status indikasi geografis (IG) sebagai produk eksklusif Malaysia.
Posisi ini meningkatkan nilai ekonomi dan daya tarik ekspor, tetapi juga membawa tantangan identitas: ketika sebuah komoditas menjadi ikon global, siapa yang berhak mengklaimnya sebagai “milik nasional”?
Alasan Strategis
Menurut DMA, ada lima alasan utama yang mendasari permintaan mereka:
- Simbol identitas nasional – Durian disebut sebagai buah yang menyatukan beragam kelompok masyarakat Malaysia. Chan menekankan bahwa “setiap warga Malaysia, apa pun latar belakangnya, memiliki kisah dengan durian – sebuah kenangan, sebuah tradisi.”
- Potensi ekonomi – Dengan permintaan global terhadap varietas unggulan meningkat, menjadikan durian sebagai buah nasional diharapkan meningkatkan daya tawar produk.
- Keunggulan komparatif – Status IG untuk Musang King hingga 2034 menunjukkan bahwa Malaysia memiliki keunggulan legal dan merek untuk mengeksploitasi durian premium.
- Penguatan branding – Penetapan formal sebagai buah nasional akan membantu strategi branding Malaysia di pasar internasional—membedakan produknya dari negara tetangga
- Keamanan rantai nilai – Dengan status nasional, diharapkan ada dukungan kebijakan khusus dari pemerintah untuk produksi, ekspor dan perlindungan varietas.
Tanggapan Pemerintah dan Tantangan
Pemerintah Malaysia belum menetapkan keputusan akhir atas usulan tersebut. Beberapa pihak telah menyambut baik gagasan itu sebagai langkah promosi yang positif. Namun, tantangan tetap ada:
- Penetapan buah nasional memasuki ranah politik identitas dan diplomasi regional—termasuk bagaimana negara tetangga seperti Singapura melihat klaim ini.
- Logistik dan regulasi ekspor durian premium harus diimbangi dengan produksi yang berkelanjutan, agar dukungan nasional tidak hanya simbolis.
- Meski durian sangat populer di Malaysia, tetap ada kelompok masyarakat yang melihat prioritas nasional seharusnya di komoditas lain yang lebih esensial untuk ekonomi rakyat.
Implikasi bagi ASEAN dan Pasar Internasional
Jika disetujui, penetapan durian sebagai buah nasional Malaysia bukan hanya peristiwa dalam negeri tetapi akan berdampak luas di kawasan. Hal ini dapat:
- Memacu negara-negara ASEAN lainnya yang juga memiliki tradisi durian untuk memperkuat posisi mereka dalam rantai nilai global.
- Meningkatkan persaingan ekspor durian premium dari wilayah seperti Thailand, Indonesia, dan Vietnam—yang selama ini juga aktif di sektor durian.
- Memperjelas bahwa kebijakan buah nasional bukan hanya soal simbol, tetapi bagian dari strategi ekonomi dan geopolitik pangan.
Kesimpulan
Usulan untuk menetapkan durian sebagai buah nasional Malaysia adalah langkah strategis yang menggabungkan identitas budaya dengan ambisi ekonomi. Setelah persaingan “rebutan” dengan Singapura, produsen durian Malaysia melihat peluang dalam formalitas nasionalisasi ikon pangan mereka. Tindakan ini bisa memperkuat posisi negara di kancah ekspor, sekaligus mendefinisikan ulang bagaimana sebuah buah dapat mewakili sebuah bangsa.
Akan tetapi, keberhasilan usulan ini akan sangat bergantung pada bagaimana pemerintah merespons secara kebijakan dan bagaimana produksi serta ekspor durian dapat diatur sehingga bukan hanya menjadi simbol, tetapi motor ekonomi nyata.

