News

Trump Lanjut ke Jepang, Korea Selatan, dan China: Tur Asia Pasca-ASEAN, Tarif Dagang dan Pertemuan Xi Jadi Sorotan

Jakarta, 27 Oktober 2025 — Setelah jadi bintang di KTT ASEAN ke-47 Kuala Lumpur dengan mediasi damai Thailand-Kamboja, Presiden AS Donald Trump tak berhenti di situ. Air Force One langsung angkat kaki dari Malaysia menuju Jepang, lanjut ke Korea Selatan untuk KTT APEC di Gyeongju, dan puncaknya: pertemuan empat mata dengan Presiden China Xi Jinping pada 30 Oktober. Tur Asia ini, yang dimulai 25 Oktober, bukan sekadar jalan-jalan—ia adalah arena diplomasi keras: tekanan tarif dagang, investasi $550 miliar dari Jepang, dan negosiasi mineral kritis yang bisa guncang ekonomi global. Di tengah ancaman tarif 100% untuk barang China mulai November, Trump klaim “optimis” capai kesepakatan, tapi analis bilang ini “lemparan dadu besi”—risiko tinggi buat AS dan Asia. Bagi Indonesia, yang Prabowo wakilin di ASEAN, tur ini peluang kolaborasi, tapi juga pengingat: Trump’s dealmaker style bisa untung atau bikin kawasan tegang.

Tur Trump ini, yang pertama sejak kembali ke Gedung Putih, penuh agenda padat. Tiba di Tokyo Senin malam (27/10), Trump langsung ketemu Kaisar Jepang malam itu, lanjut bertemu PM Sanae Takaichi—perdana menteri perempuan pertama Jepang—pada Selasa (28/10). Trump puji Takaichi sebagai “pengikut setia” Shinzo Abe, dan harap perkuat aliansi Jepang-AS, terutama di bidang keamanan dan investasi. Jepang, yang ancam tarik $550 miliar investasi ke AS kalau tak adil, kini dorong deal: akses pasar bebas tarif untuk mineral kritis seperti lithium dan nikel—bahan kunci buat baterai EV. “Saya dengar hal hebat tentangnya,” kata Trump soal Takaichi, sambil tekankan prioritas diplomatik dan militer.

Dari Jepang, Trump terbang ke Gyeongju, Korea Selatan, untuk KTT APEC (30 Oktober-2 November). Di sana, ia ketemu Presiden Lee Jae Myung, pidato di makan siang bisnis, dan jamu bos tech AS. Puncaknya: pertemuan Xi Jinping Kamis (30/10), pertama sejak Trump kembali berkuasa. AS-China lagi perang dagang panas: Trump naikkan tarif rata-rata 55% untuk produk China, ancam 100% mulai November sebagai balas China batasi ekspor tanah jarang (REE) ke AS. REE vital buat baterai, chip, dan militer—China kuasai 60% produksi global. Trump bilang, “Kami akan capai kesepakatan menguntungkan keduanya,” tapi Xi, lewat Premier Li Qiang di ASEAN, sindir “proteksionisme tak beralasan” dan dorong RCEP (blok dagang terbesar dunia, tanpa AS).

Tur ini penuh risiko. Di ASEAN, Trump mediasi damai Thailand-Kamboja (26/10), tandatangani “Kuala Lumpur Peace Accords” dengan Anwar Ibrahim, Anutin Charnvirakul, dan Hun Manet. Kesepakatan itu tarik senjata berat perbatasan, bebas 18 tawanan, dan bersihkan ranjau—selamatkan 300.000 pengungsi pasca-bentrok Juli (48 tewas). Trump puji sebagai “kesepakatan hebat,” tapi Menlu Thailand Sihasak Phuangketkeow bilang ini “jalan menuju damai,” bukan akhir—batas Kuil Preah Vihear masih sengketa. Di Jepang, Takaichi ancam tarik investasi kalau tarif Trump tak adil; di Korea, Lee Jae Myung negosiasi $350 miliar janji investasi sambil waspadai Korea Utara (Trump bilang “terbuka ketemu Kim Jong-un”).

Dampaknya luas. Tarif Trump, yang 25% untuk Jepang dan Korea mulai Agustus, dorong ASEAN+3 (China, Jepang, Korea) keluarkan pernyataan anti-proteksionisme (Milan, Mei 2025). ASEAN, dengan PDB $3,6 triliun, khawatir: ekspor ke AS $312 miliar/tahun, tapi tarif bisa tekan 4,3% pertumbuhan 2025-2026 (Kishore Mahbubani, Project Syndicate). Trump pakai dagang sebagai “senjata damai”: deal mineral Thailand, kerjasama Kamboja, framework Vietnam. Tapi, analis seperti Anthony Kim (Heritage Foundation) bilang, “Jepang dan Korea pengen deal, tapi khawatir ketidakpastian Trump.”

Bagi Indonesia, Prabowo wakilin di ASEAN, pidato soal “sentralitas ASEAN” dan perdamaian Gaza. Tur Trump peluang: kolaborasi APEC untuk ekspor nikel dan EV, tapi ancaman tarif 55% ke China bisa ganggu rantai pasok (Indonesia impor REE dari China). Prabowo, yang lanjut ke APEC Gyeongju, harap deal regional yang inklusif. Insiden kecil di ASEAN (MC RTM sebut Prabowo “Jokowi,” minta maaf) nggak ganggu, tapi tunjukkan dinamika: Trump’s style tegas, tapi ASEAN tetap netral.

Tur ini bisa jadi legacy Trump: damai Thailand-Kamboja selamatkan jutaan, investasi Jepang-Korea tambah $900 miliar, dan deal Xi bisa redam perang dagang. Tapi, kalau gagal, tarif 100% ke China bisa picu resesi global—ASEAN rugi $100 miliar (estimasi IMF, 2025). Seperti kata Trump: “Ini lemparan dadu besi.” Di Tokyo yang ramai, dunia tunggu hasilnya—damai atau badai baru.

📌 Sumber: CNN Indonesia, Guardian, Bloomberg, NYT, PBS, Politico, Times of India, BBC, X posts, diolah kembali oleh tim kilatnews.id.

Related Keywords: Trump ASEAN 2025, Trump Xi Jinping, tur Asia Trump, tarif dagang China AS, KTT APEC Gyeongju

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *